KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) akan meluncurkan beberapa produk dan layanan baru pada 2024 untuk meningkatkan likuiditas dan efisiensi transaksi. Eqy Essiqy, Direktur Penyelesaian, Kustodian dan Pengawasan KSEI menyampaikan setidaknya akan ada tiga layanan yang bakal dirilis pada semester I-2023. Pertama, KSEI akan meluncurkan Sistem Layanan Administrasi Prinsip Mengenali Nasabah (LAPMN). Ini sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) 15 Tahun 2023.
Nantinya investor yang ingin membuka rekening efek tambahan tidak perlu menyertakan dokumen maupun data-data lengkap karena sudah tersimpan di LAPMN. Baca Juga: Investor Dalam Negeri Kuasai Transaksi Bursa Saham Sepanjang 2023 "Dalam aturan tersebut KSEI ditunjuk untuk menjadi salah satu penyelenggara dan diimplementasikan pada Februari 2024," jelas Eqy, Rabu (27/12). Beleid tersebut juga mengatur tentang Sub Rekening Efek (SRE) KSEI sebagai alternatif penyimpanan dana nasabah. Kehadiran SRE akan mempermudah investor memindahkan dana. Misalnya, investor yang mendapatkan dividen dari rekening di sekuritas A bisa dengan mudah pemindahan dana ke sekuritas B, tanpa perlu melakukan penarikan dana. Eqy mengatakan sama dengan LAPMN, SRE akan diluncurkan paling lama senam bulan setelah penerbitan POJK 15/2023 pada Agustus 2023. Artinya SRE akan terbit pada Februari 2024. Kemudian pada Juni 2023, KSEI akan meluncurkan Investor Fund Unit Account (IFUA) sebagai alternatif penyimpanan dana. IFUA ini khusus untuk nasabah reksadana.