Intip Strategi Panin AM Mengelola Reksadana Berbasis Saham atau Obligasi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Seluruh kelas aset reksadana kompak dalam tren positif selama April 2023. Memanfaatkan momentum tersebut, Panin Asset Management (Panin AM) punya strategi khusus dalam mengelola aset reksadana.

Direktur Panin AM Rudiyanto mengungkapkan, strategi perusahaan dalam meningkatkan performa reksadana untuk reksadana berbasis saham adalah menggunakan strategi bottom up.

Strategi tersebut mencari emiten yang berpotensi untuk mencetak laba bersih, membukukan kenaikan penjualan, dan memiliki valuasi yang relatif wajar atau murah.


Mengutip data Infovesta Kapital Advisori, pada bulan April 2023, kinerja reksadana dengan return tertinggi dicatatkan oleh reksadana saham yang naik 1.30% Month on Month (MoM).

Baca Juga: Dana Kelolaan Reksadana Panin AM Naik Tipis Saat Total Industri Turun pada Maret 2023

Lalu disusul reksadana campuran tumbuh 1.02% MoM, reksadana pendapatan tetap tumbuh 0.59% MoM, serta reksadana pasar uang tumbuh 0.29% MoM.

Sedangkan, lanjut Rudiyanto, untuk reksadana berbasis obligasi, strategi Panin AM masih memanfaatkan momentum dengan berinvestasi pada obligasi tenor menengah panjang.

"Kami melihat bahwa penurunan suku bunga acuan masih mungkin terjadi pada semester kedua tahun 2023," ucap Rudiyanto kepada Kontan.co.id, Selasa (2/5).

Per April 2023 total dana kelolaan alias Asset Under Management (AUM) reksadana Panin AM adalah Rp 14.62 triliun. Jumlah tersebut turun sedikit dibandingkan AUM Maret 2023 Panin AM sebesar Rp 14.68 triliun.

Rudiyanto mengungkapkan, reksadana kelolaan Panin AM yang paling moncer di bulan lalu secara return adalah reksadana saham. Sejauh ini, return tertinggi diklaim masih dicetak oleh Panin Sri Kehati Kelas A sebesar 7.91% secara YTD.

Baca Juga: Reksadana Pendapatan Tetap Jawara dari Reksadana Lain

Panin AM saat ini tengah berencana merilis produk Reksadana baru yaitu Panin Global Syariah Fund yang masih dalam proses kelengkapan administrasi. Fund ini sudah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan ditargetkan meluncur sebelum Juni 2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto