KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Satria Mega Kencana Tbk (
SOTS) menunjukkan perbaikan kinerja di tengah tantangan makroekonomi dan dinamika industri perhotelan sepanjang 2025. Dalam paparan publik tahunan yang digelar pada 30 Juni 2026, manajemen menyampaikan bahwa perseroan berhasil menekan rugi bersih melalui langkah efisiensi operasional dan optimalisasi aset. “Di tengah tantangan makroekonomi dan dinamika industri perhotelan, Perseroan berhasil menunjukkan resiliensi yang kuat serta komitmen tinggi terhadap efisiensi operasional dan optimalisasi nilai aset,” jelas manajemen dalam paparan publik, Selasa (30/6/2026).
Baca Juga: Bursa Asia: Nikkei Melonjak, Bursa Lain Mixed Pagi Ini (1/7) Pada tahun buku 2025, pendapatan usaha SOTS tercatat sebesar Rp20,73 miliar. Angka ini dipengaruhi oleh penyesuaian pasar terhadap tarif rata-rata kamar (
average room rate/ARR) dan tingkat okupansi. Meski demikian, rugi tahun berjalan berhasil ditekan sebesar 5,94% menjadi Rp 15,63 miliar, dari sebelumnya Rp 16,61 miliar pada 2024. Perbaikan bottom line ini ditopang oleh efisiensi biaya, di antaranya penurunan beban lain-lain (bersih) sebesar 38,00% menjadi Rp 4,59 miliar. Selain itu, beban pajak juga turun signifikan sebesar 53,06% menjadi Rp 215,57 juta. Dari sisi belanja modal, SOTS juga menerapkan strategi yang lebih selektif. Sepanjang 2025, capex tercatat sebesar Rp 979,95 juta, turun 32,07% dibandingkan realisasi 2024 sebesar Rp 1,44 miliar. Penurunan capex ini mencerminkan upaya manajemen dalam menjaga efisiensi tanpa mengorbankan kualitas layanan. Memasuki 2026, SOTS juga melakukan langkah strategis untuk memperkuat likuiditas melalui divestasi aset non-operasional. Pada kuartal I-2026, Satria Mega Kencana merealisasikan penjualan aset tetap berupa villa di Kepulauan Seribu senilai Rp 37,50 miliar kepada pihak afiliasi. Dari transaksi tersebut, SOTS membukukan keuntungan sebesar Rp 17,41 miliar sebelum revaluasi, atau Rp 3,37 miliar setelah revaluasi.
“Langkah strategis ini meningkatkan likuiditas dan memperkokoh struktur permodalan Perusahaan,” kata manajemen. Untuk prospek 2026, manajemen memasang target pertumbuhan kinerja yang lebih baik. SOTS membidik pendapatan sebesar Rp 25,35 miliar pada tahun ini.
Seiring dengan keberlanjutan program efisiensi, rugi bersih juga diproyeksikan menyusut menjadi Rp 11,64 miliar. “Perseroan optimistis dapat terus meningkatkan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan,” tutup manajemen. Adapun pada kuartal I-2026, kinerja awal menunjukkan perbaikan. Pendapatan tercatat meningkat 10,5% secara tahunan atau naik Rp 470 juta, dengan laba bersih sebesar Rp 625 juta. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News