Intra GolfLink Resorts (GOLF) Bukukan Laba Bersih Rp12,8 Miliar di Semester I-2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Intra GolfLink Resorts Tbk (GOLF) mencatatkan kinerja positif sepanjang Semester I-2026 dengan pertumbuhan pendapatan dan laba yang solid, ditopang monetisasi kawasan dan kontribusi real estat.

Berdasarkan laporan keuangan interim yang dirilis Jumat (31/7/2026), GOLF membukukan pendapatan bersih sebesar Rp92,63 miliar pada 1H26, meningkat 32,2% secara tahunan (year-on-year/YoY).

Kinerja ini didukung oleh meningkatnya kontribusi real estat, terutama dari kelanjutan serah terima proyek The Links Golf Villa Bali Cluster 1, serta operasional lapangan golf yang tetap solid.


Baca Juga: IHSG Menguat 0,80% ke 6.236, Top Gainers LQ45: INCO, SCMA, KLBF, Jumat (31/7)

Dari sisi profitabilitas, laba kotor perseroan tercatat sebesar Rp47,68 miliar atau naik 27,1% YoY, dengan margin laba kotor mencapai 51,5%.

Sementara itu, laba usaha meningkat 30,4% YoY menjadi Rp17,03 miliar, mencerminkan kinerja operasional yang tetap terjaga di tengah pengembangan kawasan.

Adapun laba bersih GOLF tumbuh 13,2% YoY menjadi Rp12,80 miliar pada Semester I-2026.

Secara neraca, total aset perseroan mencapai Rp8,69 triliun dengan ekuitas sebesar Rp8,02 triliun, mencerminkan struktur permodalan yang solid untuk mendukung ekspansi jangka panjang.

Kontributor utama kinerja GOLF masih berasal dari New Kuta Golf di Bali yang mencatatkan pendapatan Rp78,62 miliar atau naik 56,2% YoY, setara 84,9% dari total pendapatan perseroan.

Kinerja tersebut ditopang oleh pendapatan golf yang relatif stabil serta mulai meningkatnya kontribusi real estat dan fasilitas pendukung, termasuk restoran.

Di sisi lain, Sentul Golf Utama mencatatkan pendapatan Rp14,01 miliar pada 1H26 dan masih berada dalam fase transformasi kawasan melalui pengembangan Sequoia Hills.

Manajemen menyebut, meskipun secara tahunan masih terkoreksi, kinerja Kuartal II-2026 menunjukkan perbaikan seiring mulai adanya kontribusi real estat dari serah terima cluster pertama Leroy.

Perseroan menilai strategi pengembangan ekosistem golf terintegrasi mulai memberikan hasil, tidak hanya dari sisi pendapatan tetapi juga terhadap profitabilitas.

Komisaris Utama GOLF, Darma Mangkuluhur Hutomo, mengatakan pengembangan kawasan terintegrasi menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi perseroan di industri pariwisata golf.

“Visi GOLF adalah menjadi pionir dalam memajukan golf tourism Indonesia agar mampu bersaing dengan destinasi internasional lainnya,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (31/7/2026).

Ia menambahkan, progres hingga Semester I-2026 menunjukkan arah pengembangan di Bali, Sentul, dan Belitung berjalan sesuai rencana.

“Strategi pengembangan kawasan terintegrasi di Bali, Sentul, dan Belitung bergerak ke arah yang tepat, dan kami akan terus memperkuat eksekusi,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama GOLF, Dwi Febri Astuti, menegaskan perseroan akan menjaga kualitas pengembangan di setiap kawasan agar memberikan kontribusi optimal.

“Ke depan, prioritas kami adalah memastikan setiap kawasan berkembang sesuai tahapannya dan memberikan kontribusi yang semakin optimal bagi Perseroan,” ujarnya.

Memasuki paruh kedua 2026, GOLF akan melanjutkan pengembangan kawasan di Bali, Sentul, dan Belitung dengan fokus pada penguatan pengalaman golf dan peningkatan nilai destinasi.

Manajemen optimistis, dengan strategi pengembangan kawasan terintegrasi dan eksekusi yang disiplin, perseroan dapat terus meningkatkan kinerja serta memperkuat posisinya di industri golf tourism nasional maupun regional.

Baca Juga: Rupiah Ditutup Rebound Rp 18.022 di Akhir Juli, Meski Masih Melemah Secara Mingguan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News