KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Proyek hilirisasi, utamanya sektor mineral menyumbang 30,2% dari total investasi sepanjang 2025 sebesar Rp 584,1 triliun. Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan jumlah investasi ini meningkat 43,3% jika dibandingkan dengan jumlah investasi sepanjang 2024. "Even though mostly masih di mineral. Tetapi yang saya ingin sampaikan hilirisasi ini ini ternyata tidak hanya disumbangkan oleh mineral, tetapi kita juga mendorong hilirisasi dari perkebunan dan kehutanan seperti di kelapa sawit, kayu log, karet," ungkap Rosan saat agenda Indonesia Economic Outlook 2026, di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026). Adapun hingga saat ini Kementerian Investasi telah melakukan kerjasama dengan Sovereign Wealth Fund lainnya, seperti dengan China Investment Corporation (CIC) sebesar US$ 1 miliar, dengan Japan Bank for International Cooperation (JBIC) US$ 1 miliar, dengan Qatar Investment Authority (QIA) US$ 4 miliar, dan Russian Direct Investment Fund (RDIF) sebesar US$ 4 miliar. Baca Juga: Danantara Indonesia Genjot 20 Proyek Hilirisasi dan 4 Investasi Strategis pada 2026 "Dan kita mendapatkan fasilitas bergulir, Alhamdulillah sebagai bentuk berkepercayaan ada 4 bank ini, kurang lebih US$ 10 miliar," tambahnya. Tahun ini, melalui Danantara, Rosan bilang dia akan melanjutkan proyek hilirisasi dengan total 20 program. Adapun, pada awal Februari 2026 lalu, pemerintah telah melakukan ground breaking atas 6 proyek hilirisasi. "Proyek hilirisasi yang on the pipeline, yang di mana dari total 20 program hilirisasi ini, 6-7 sudah dimulai sejak minggu lalu," kata dia. Adapun, berdasarkan perhitungan Danatara investasi atas 20 proyek itu akan mencapai US$ 26 miliar.
Investasi 2025 Melejit 43,3%: Hilirisasi Bukan Hanya Mineral Saja!
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Proyek hilirisasi, utamanya sektor mineral menyumbang 30,2% dari total investasi sepanjang 2025 sebesar Rp 584,1 triliun. Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan jumlah investasi ini meningkat 43,3% jika dibandingkan dengan jumlah investasi sepanjang 2024. "Even though mostly masih di mineral. Tetapi yang saya ingin sampaikan hilirisasi ini ini ternyata tidak hanya disumbangkan oleh mineral, tetapi kita juga mendorong hilirisasi dari perkebunan dan kehutanan seperti di kelapa sawit, kayu log, karet," ungkap Rosan saat agenda Indonesia Economic Outlook 2026, di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026). Adapun hingga saat ini Kementerian Investasi telah melakukan kerjasama dengan Sovereign Wealth Fund lainnya, seperti dengan China Investment Corporation (CIC) sebesar US$ 1 miliar, dengan Japan Bank for International Cooperation (JBIC) US$ 1 miliar, dengan Qatar Investment Authority (QIA) US$ 4 miliar, dan Russian Direct Investment Fund (RDIF) sebesar US$ 4 miliar. Baca Juga: Danantara Indonesia Genjot 20 Proyek Hilirisasi dan 4 Investasi Strategis pada 2026 "Dan kita mendapatkan fasilitas bergulir, Alhamdulillah sebagai bentuk berkepercayaan ada 4 bank ini, kurang lebih US$ 10 miliar," tambahnya. Tahun ini, melalui Danantara, Rosan bilang dia akan melanjutkan proyek hilirisasi dengan total 20 program. Adapun, pada awal Februari 2026 lalu, pemerintah telah melakukan ground breaking atas 6 proyek hilirisasi. "Proyek hilirisasi yang on the pipeline, yang di mana dari total 20 program hilirisasi ini, 6-7 sudah dimulai sejak minggu lalu," kata dia. Adapun, berdasarkan perhitungan Danatara investasi atas 20 proyek itu akan mencapai US$ 26 miliar.
TAG: