Investasi AI Tembus Rp 3.370 Triliun Saat Bill Gates Batal Hadir di India



KONTAN.CO.ID -  Gelaran bergengsi India AI Impact Summit yang menjadi forum kecerdasan buatan (AI) terbesar di Global South tengah menjadi pusat perhatian dunia investasi teknologi.

Meski dibayangi oleh mundurnya sejumlah tokoh ikonik secara mendadak, ajang ini berhasil mencatatkan komitmen investasi infrastruktur AI yang fantastis hingga menembus angka lebih dari US$ 200 miliar atau setara dengan Rp 3.370 triliun (kurs Rp 16.850 per US$).

Namun, kemeriahan investasi ini sedikit ternoda oleh kabar mengejutkan dari pendiri Microsoft, Bill Gates, yang membatalkan kehadirannya hanya beberapa jam sebelum jadwal pidato utama pada hari Kamis.


Baca Juga: Kim Jong Un Resmi Terpilih Lagi Jadi Sekjen, Fokus Perkuat Militer Nuklir Elit

Detail Fakta Pembatalan Bill Gates dan Gejolak Summit

Berdasarkan laporan yang mengutip Reuters, mundurnya Bill Gates terjadi di tengah meningkatnya pengawasan publik terkait hubungannya di masa lalu dengan mendiang Jeffrey Epstein.

Tekanan ini semakin menguat setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis sejumlah surat elektronik yang mencakup komunikasi antara staf Gates Foundation dengan Epstein.

Pihak Gates Foundation menyatakan bahwa pembatalan ini dilakukan untuk memastikan fokus utama tetap pada prioritas AI Summit.

Pengunduran diri Gates menambah daftar panjang absennya pemimpin teknologi tinggi setelah sebelumnya CEO Nvidia, Jensen Huang, juga membatalkan kehadirannya.

Meskipun demikian, tokoh-tokoh besar lainnya seperti CEO Google Sundar Pichai, CEO OpenAI Sam Altman, dan CEO Anthropic Dario Amodei tetap hadir dalam forum tersebut.

Di tengah absennya Gates, sisi ekonomi summit ini justru menunjukkan angka yang sangat progresif. Berikut adalah rincian fakta utama dikutip dari Reuters:

  • Total Komitmen Investasi: Mencapai lebih dari US$ 200 miliar untuk pengembangan infrastruktur AI di India.
  • Investasi Reliance Industries: Perusahaan milik konglomerat Mukesh Ambani ini mengumumkan rencana investasi sebesar US$ 110 miliar.
  • Kemitraan Tata Group: Raksasa industri India, Tata Group, resmi menandatangani kesepakatan kemitraan strategis dengan OpenAI.
  • Statistik Pengguna: Sam Altman mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada 100 juta orang di India yang menggunakan ChatGPT setiap minggunya.
Baca Juga: Profil El Mencho, Bos Kartel Meksiko yang Tewas dalam Operasi Militer

Daftar Komitmen dan Prosedur New Delhi Frontier AI

Sebagai bagian dari perhelatan ini, PM Narendra Modi bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron meresmikan New Delhi Frontier AI Commitments.

Ini merupakan rangkaian prinsip sukarela yang diadopsi oleh perusahaan-perusahaan AI terkemuka untuk memastikan pengembangan model AI yang inklusif dan bertanggung jawab.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, terdapat beberapa poin utama yang menjadi fokus pengembangan ke depan:

  • Keamanan Anak di Platform AI: PM Modi menegaskan bahwa ruang AI harus dipandu oleh nilai keluarga dan keamanan anak, serupa dengan kurasi kurikulum sekolah.
  • Transparansi Model Frontier: Perusahaan berkomitmen untuk membuka akses pengawasan terhadap model-model AI tingkat lanjut guna mencegah penyalahgunaan.
  • Tata Kelola Global: India berupaya memimpin koordinasi regulasi AI bagi negara-negara berkembang.
  • Infrastruktur Terbuka: Pembangunan pusat data dan kapasitas komputasi yang dapat diakses secara luas untuk mendorong inovasi lokal.
Namun, pelaksanaan teknis acara ini mendapatkan kritik tajam dari berbagai pihak. Pengelolaan lalu lintas yang buruk di kota berpenduduk 20 juta jiwa tersebut menyebabkan kemacetan parah demi mendahulukan pergerakan tamu VVIP.

Selain itu, sempat terjadi skandal teknis saat Universitas Galgotias diminta mengosongkan stan mereka setelah salah satu staf mengklaim robot anjing buatan China sebagai ciptaan asli universitas tersebut.

Tonton: Luhut Ungkap Keuntungan Besar Perjanjian AS

Pencapaian investasi sebesar US$ 200 miliar dalam kurun waktu singkat menunjukkan bahwa India adalah pasar krusial bagi masa depan teknologi global. 

Secara historis, India telah lama menjadi pusat outsourcing perangkat lunak dunia. Namun, dengan masuknya modal sebesar Rp 3.370 triliun ini, terjadi pergeseran dari sekadar penyedia jasa menjadi pengembang infrastruktur inti AI.

Nilai investasi Reliance yang mencapai US$ 110 miliar atau sekitar Rp 1.853,5 triliun menunjukkan skala ambisi yang sangat masif.

Meskipun summit ini sempat diwarnai kecanggungan di panggung saat Sam Altman dan Dario Amodei menolak berpegangan tangan dalam sesi foto bersama, esensi dari pertumbuhan modal tetap menjadi poin paling krusial.

Keberhasilan India mengamankan dana besar tersebut membuktikan bahwa sentimen pasar terhadap kecerdasan buatan masih berada dalam tren pertumbuhan yang sangat kuat.

Selanjutnya: Meroket Rp 40.000 Per Gram, Tengok Harga Emas Antam Logam Mulia Hari Selasa (24/2)

Menarik Dibaca: IHSG Masih Bisa Lanjut Menguat, Cek Rekomendasi Saham BRI Sekuritas Selasa (24/2)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News