Investasi Dana Pensiun Tembus Rp 388,10 Triliun per November 2025



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total investasi dana pensiun mencapai Rp 388,10 triliun per November 2025. Nilai tersebut tumbuh 5,61% secara tahunan (year on year/yoy).

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan, portofolio investasi dana pensiun masih didominasi oleh instrumen yang bersifat relatif konservatif.

“Yaitu Surat Berharga Negara (SBN), deposito, serta obligasi dan sukuk korporasi, sebagai bagian dari strategi pengelolaan risiko jangka panjang,” papar Ogi dalam lembar jawaban tertulis, belum lama ini.


Baca Juga: Investasi Dana Pensiun di Saham Capai Rp 24,66 Triliun per Oktober 2025

Sejalan dengan itu, hingga November 2025 kinerja investasi dana pensiun mencatatkan imbal hasil (return on investment/ROI) sebesar 7,34%.

Lebih lanjut, Ogi menyoroti peran Bulan Pensiun Nasional 2026 sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan literasi dan memperluas kepesertaan dana pensiun, khususnya di kalangan pekerja informal.

Baca Juga: Aset Dana Pensiun Tembus Rp 1.662,16 Triliun per November 2025

Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak semata diukur dari penambahan jumlah peserta, tetapi juga dari peningkatan pemahaman masyarakat terhadap dana pensiun, keberlanjutan kepesertaan, serta pertumbuhan nilai iuran yang terhimpun secara bertahap.

“OJK mendorong kolaborasi antara dana pensiun, asosiasi, dan seluruh ekosistem terkait agar perluasan kepesertaan dapat dilakukan secara inklusif dan berkelanjutan, serta sesuai dengan karakteristik pekerja informal,” tegasnya.

Baca Juga: OJK Proyeksikan Industri Dana Pensiun Tumbuh Dua Digit, Ini Tantangan pada 2026

Selanjutnya: Bursa Eropa Tertekan, Kejatuhan Harga Komoditas Seret Pasar Saham

Menarik Dibaca: Tatjana dan Fadi Alaydrus Jadi Perbincangan Netizen dalam Drama Tiba-Tiba Brondong

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News