Investasi Dana Pensiun Tumbuh 7,61% Jadi Rp 399,27 Triliun per Januari 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja investasi dana pensiun (dapen) sukarela masih tumbuh pada awal 2026. 

Per Januari 2026, total investasi dapen sukarela mencapai Rp 399,27 triliun atau meningkat 7,61% secara tahunan (year on year/YoY).

Dari sisi komposisi, investasi dapen sukarela masih didominasi instrumen yang relatif stabil. Penempatan pada Surat Berharga Negara (SBN) tercatat sebesar Rp 154,32 triliun atau 38,65% dari total portofolio.


Sementara itu, deposito dan setara kas mencapai Rp 109,94 triliun atau 27,04%. Adapun investasi pada saham sebesar Rp 22,53 triliun atau 5,64%.

Baca Juga: Return Investasi Dana Pensiun Turun Jadi 5,57% per Kuartal III-2025, Ini Sebabnya

Kepala Eksekutif Pengawas PPDP OJK Ogi Prastomiyono mengatakan, pengaturan investasi dana pensiun disusun dengan mengacu pada prinsip kehati-hatian, manajemen risiko, serta kesesuaian dengan profil kewajiban jangka panjang masing-masing lembaga.

“Ketentuan tersebut memastikan pengelolaan investasi tetap prudent dan selaras dengan karakteristik kewajiban jangka panjang masing-masing lembaga jasa keuangan,” ujar Ogi dalam paparan RDKB OJK, Senin (3/3/2026).

Ogi bilang, secara garis besar, batas investasi saham berkisar antara 20% hingga 50% dari total investasi, dengan tambahan batasan per emiten sesuai ketentuan masing-masing regulasi.

“Batas maksimum investasi termasuk investasi pada instrumen saham diatur dalam regulasi yang berbeda sesuai dengan karakteristik lembaganya,” jelasnya.

Baca Juga: Investasi Dana Pensiun Tembus Rp 388,10 Triliun per November 2025

Sementara itu, penempatan pada Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) tercatat Rp 2,92 triliun atau sekitar 0,73% dari total investasi. Penurunan penempatan pada instrumen ini dipengaruhi oleh jatuh tempo dan strategi reinvestasi portofolio.

“Penurunan penempatan pada SRBI terutama disebabkan oleh instrumen yang jatuh tempo, kemudian direinvestasikan kembali ke instrumen lain dalam rangka optimalisasi portofolio dan pengelolaan likuiditas,” tulis OJK.

Dari sisi kinerja, Return on Investment (ROI) dapen sukarela per Desember 2025 tercatat 8,17%. Adapun pada Januari 2026, imbal hasil sebesar 0,31% secara bulanan (month to month).

Baca Juga: Total Aset Investasi Dana Pensiun BTN Mencapai Rp 2,59 Triliun per Agustus 2025

“Capaian ini mencerminkan strategi pengelolaan yang konservatif dan berorientasi pada kesinambungan pemenuhan kewajiban jangka panjang,” tutup OJK.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News