Investasi Dapen di Saham Berkurang dan SBN Meningkat, Ini Kata Dapen BCA



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, investasi dana pensiun konvensional di Surat Berharga Negara (SBN) naik 14,49% secara Year on Year (YoY), menjadi Rp 159,17 triliun per Mei 2026. Adapun alokasi di saham turun 26,54% YoY, menjadi Rp 17,85 triliun per Mei 2026. 

Dana Pensiun BCA atau Dapen BCA (DPBCA) yang merupakan Dana Pensiun Pemberi Kerja dengan Program Iuran Pasti (DPPK PPIP) menyampaikan secara industri, penyesuaian porsi portofolio mencerminkan adanya langkah taktis pelaku industri untuk memitigasi volatilitas pasar keuangan domestik. 

Direktur Utama Dana Pensiun BCA, Budi Sutrisno menyampaikan bagi Dana Pensiun BCA, pengelolaan portofolio didasarkan pada prinsip kehati-hatian dengan fokus orientasi jangka panjang. 


Dia menyebut porsi investasi Dapen BCA di instrumen saham pada 2026 memang berkurang, tetapi dalam batas yang terkendali.

Baca Juga: Ini Strategi Dapen BCA Jaga Keberlanjutan Pembayaran Manfaat Peserta

"Dengan demikian, alokasi portofolio investasi kami secara umum tetap berjalan konsisten secara bertahap dan terukur," ungkapnya kepada Kontan, Selasa (21/7/2026).

Lebih lanjut, Budi menerangkan kenaikan BI Rate menjadi 5,75% yang mendorong peningkatan yield SBN di pasaran membuka peluang taktis bagi dana pensiun untuk melakukan penempatan dana baru pada instrumen pendapatan tetap. Upaya itu dilakukan guna mengunci imbal hasil jangka panjang yang lebih menarik. 

Meski demikian, untuk target porsi alokasi SBN di Dana Pensiun BCA ke depannya, Budi memproyeksikan masih tidak banyak perubahan dan akan tetap dikelola secara seimbang guna menjaga stabilitas portofolio. 

Berdasarkan data terakhir per Juni 2026, dia bilang porsi penempatan instrumen SBN Dana Pensiun BCA tercatat sebesar 38,98%. 

Baca Juga: Dapen BCA Nilai Naiknya BI Rate Bisa Berikan Dampak terhadap Hasil Investasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: