KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Investasi Hijau Selaras (HIJAU) bersama PT Pei Hai International Wiratama Indonesia meresmikan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap Fase I berkapasitas 1.515 kWp. Kedua perusahaan juga melanjutkan pengembangan Fase II dengan tambahan kapasitas 2.262 kWp. Direktur Utama PT Investasi Hijau Selaras, Victor Samuel, mengatakan PLTS Fase I telah beroperasi untuk memenuhi kebutuhan listrik pabrik PT Pei Hai. Adapun Fase II ditargetkan meningkatkan porsi energi terbarukan dalam operasional perusahaan. “Fase I sebesar 1.515 kWp telah terpasang dan akan dilanjutkan Fase II berkapasitas 2.262 kWp. Sistem ini dirancang andal dan berumur panjang,” ujar Victor dalam keterangannya, Senin (16/2/2026).
Baca Juga: Industri Karet Deli Operasikan PLTS 10 MWp Dalam instalasinya, HIJAU menerapkan standar keselamatan industri, termasuk penggunaan struktur hot-dip galvanized (HDG) tahan korosi, material berkualitas, serta sistem pemantauan kinerja real time untuk menjaga performa jangka panjang. Victor mengakui Fase I sempat menghadapi tantangan cuaca dengan curah hujan tinggi serta keterlambatan pengiriman modul surya impor. Namun, kendala tersebut diatasi melalui penyesuaian jadwal kerja dan koordinasi intensif dengan mitra logistik. Memasuki Fase II, HIJAU akan mengoptimalkan kapasitas dan keberlanjutan sistem melalui analisis beban listrik menggunakan power quality analyzer, pemeriksaan kondisi atap, serta asesmen struktur bangunan. Perusahaan juga menyiapkan program operasi dan pemeliharaan terstruktur guna memastikan keandalan PLTS. Dari sisi lingkungan, PLTS Fase I diperkirakan mampu menurunkan emisi hingga 30.865 ton CO₂ atau setara 49.384 pohon dalam 15 tahun. Adapun Fase II berpotensi menekan emisi 45.409 ton CO₂ atau setara 72.649 pohon pada periode yang sama.
Baca Juga: Dorong Energi Bersih, Haleon Operasikan PLTS Atap di Pabrik Pulogadung Proyek ini juga diperkuat dengan skema
Renewable Energy Certificate (REC) sebagai bukti resmi penggunaan energi terbarukan. PT Investasi Hijau Selaras menyerahkan seluruh atribut manfaat lingkungan kepada PT Pei Hai International Wiratama Indonesia. Selain berdampak positif bagi lingkungan, pengurangan emisi tersebut berpotensi memberikan nilai ekonomi tambahan melalui REC yang memiliki nilai komersial. Manajer HRD PT Pei Hai International Wiratama Indonesia, Moelyono, mengatakan pemanfaatan PLTS merupakan bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan, terutama untuk memenuhi standar global bagi industri berorientasi ekspor. Ia menambahkan, HIJAU dipilih sebagai mitra karena rekam jejak dan solusi komprehensif yang ditawarkan, mulai dari teknologi, fleksibilitas model bisnis, hingga layanan purnajual. Realisasi Fase I dinilai melampaui ekspektasi karena mampu menekan biaya listrik sekaligus mengurangi jejak karbon.
Pada Fase II, PT Pei Hai akan menambah kapasitas serta mengintegrasikan sistem pemantauan energi yang lebih cerdas guna mengoptimalkan pemanfaatan energi surya. Kolaborasi ini diharapkan menjadi contoh bagi industri manufaktur dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 serta meningkatkan daya saing di pasar global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News