Investasi Hulu Migas Capai Rp 179,2 Triliun hingga Agustus 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investasi hulu minyak dan gas bumi (migas) Indonesia terus meningkat, tetapi tantangan berikutnya adalah memastikan tren tersebut berlanjut menjadi tambahan produksi dan pasokan energi domestik.

Hingga Agustus 2026, realisasi investasi hulu migas mencapai US$ 10,4 miliar atau sekitar Rp 179,2 triliun.

Data unaudited Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menunjukkan, investasi tersebut tercatat hingga 31 Agustus 2026.


Pemerintah menargetkan investasi hulu migas sepanjang 2026 mencapai US$ 17,9 miliar.

Target itu lebih tinggi dibandingkan realisasi 2025 sebesar US$ 14,9 miliar, naik 4% dari US$ 14,4 miliar pada 2024.

Baca Juga: Wijaya Karya (WIKA) Bukukan Kontrak Baru Rp8,69 Triliun hingga Agustus 2026

Dalam beberapa tahun terakhir, investasi hulu migas memang menunjukkan tren peningkatan.

Pada 2020, realisasinya sebesar US$ 10,5 miliar, kemudian naik menjadi US$ 11 miliar pada 2021, US$ 12,1 miliar pada 2022, dan US$ 13,3 miliar pada 2023.

Founder & Advisor ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto menilai, tren tersebut mencerminkan keberlanjutan investasi dari para pelaku usaha yang beroperasi di Indonesia.

Perbaikan pelaksanaan kegiatan, fleksibilitas pilihan kontrak, serta insentif dan skema bagi hasil yang lebih menarik turut mendukung perkembangan tersebut.

“Berbagai upaya sudah dilakukan, trennya naik,” kata Pri Agung, Kamis (22/10/2026).

Salah satu penopang prospek investasi hulu migas adalah pengembangan proyek gas berskala besar, termasuk North Hub di lepas pantai Kalimantan Timur. Proyek dengan nilai investasi US$ 11,8 miliar itu ditargetkan mulai berproduksi pada 2028.

Konstruksi fasilitas produksi terapung proyek tersebut dimulai pada Juli 2026, setelah Eni mengambil keputusan investasi final untuk proyek North Hub dan South Hub pada Maret 2026.

Baca Juga: Investasi Hulu Migas Mulai Wajib CCS, DPR Siapkan Payung Hukum Baru

Pengembangan proyek ini berpotensi membuka peluang bagi industri fabrikasi, penyedia jasa, dan pemasok dalam negeri. Selain itu, proyek tersebut diharapkan memperkuat pasokan gas untuk kebutuhan domestik maupun gas alam cair (LNG).

Minat investor juga tercermin dari pengumuman enam pemenang lelang wilayah kerja migas pada September 2026, dengan total komitmen pasti sekitar US$ 141,5 juta.

Ke depan, SKK Migas menargetkan investasi hulu migas mencapai sekitar US$ 26 miliar pada 2030. Namun, pencapaian target tersebut bergantung pada kesiapan proyek, keputusan investasi perusahaan, serta kelancaran pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Dengan demikian, peningkatan investasi belum cukup menjadi ukuran keberhasilan sektor hulu migas.

Kepastian usaha dan percepatan pengembangan proyek tetap diperlukan agar komitmen investor dapat menghasilkan tambahan produksi, memperluas keterlibatan industri domestik, dan memperkuat ketahanan energi nasional.

sumber: https://www.tribunnews.com/bisnis/7900785/investasi-hulu-migas-menguat-proyek-gas-besar-dorong-prospek-pertumbuhan?page=all&s=paging_new#goog_rewarded

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News