KONTAN.CO.ID - TOKYO. Pemerintah Jepang mulai menyiapkan instrumen konkret untuk mengamankan komitmen investasi jumbo dalam kesepakatan tarif dengan Amerika Serikat. Kementerian Keuangan Jepang, Jumat (13/2) menyatakan akan membentuk fasilitas investasi baru di bank pembangunan milik negara guna mendukung paket investasi senilai US$ 550 miliar yang telah disepakati Tokyo dan Washington. Reuters (13/2) melaporkan, langkah ini menjadi penegasan bahwa kesepakatan dagang kedua negara tak berhenti di atas kertas. Jepang dan AS sebelumnya menandatangani nota kesepahaman yang merinci fokus investasi pada sektor-sektor strategis, seperti semikonduktor, logam, farmasi, energi, dan perkapalan. Seluruh komitmen tersebut ditargetkan terealisasi hingga Januari 2029, bertepatan dengan akhir masa jabatan Presiden AS Donald Trump. Paket investasi tersebut tidak semata berupa aliran dana langsung. Skemanya mencakup penyertaan modal (equity), pinjaman, hingga jaminan pinjaman yang akan disalurkan melalui Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan Nippon Export and Investment Insurance (NEXI). Artinya, pemerintah Jepang siap menanggung risiko lebih besar demi memastikan perusahaan-perusahaannya agresif berekspansi.
Investasi Jepang US$550 Miliar Siap Guyur AS, Ini Sektor Kuncinya!
KONTAN.CO.ID - TOKYO. Pemerintah Jepang mulai menyiapkan instrumen konkret untuk mengamankan komitmen investasi jumbo dalam kesepakatan tarif dengan Amerika Serikat. Kementerian Keuangan Jepang, Jumat (13/2) menyatakan akan membentuk fasilitas investasi baru di bank pembangunan milik negara guna mendukung paket investasi senilai US$ 550 miliar yang telah disepakati Tokyo dan Washington. Reuters (13/2) melaporkan, langkah ini menjadi penegasan bahwa kesepakatan dagang kedua negara tak berhenti di atas kertas. Jepang dan AS sebelumnya menandatangani nota kesepahaman yang merinci fokus investasi pada sektor-sektor strategis, seperti semikonduktor, logam, farmasi, energi, dan perkapalan. Seluruh komitmen tersebut ditargetkan terealisasi hingga Januari 2029, bertepatan dengan akhir masa jabatan Presiden AS Donald Trump. Paket investasi tersebut tidak semata berupa aliran dana langsung. Skemanya mencakup penyertaan modal (equity), pinjaman, hingga jaminan pinjaman yang akan disalurkan melalui Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan Nippon Export and Investment Insurance (NEXI). Artinya, pemerintah Jepang siap menanggung risiko lebih besar demi memastikan perusahaan-perusahaannya agresif berekspansi.
TAG: