JAKARTA. Rencana PT Chevron Indonesia untuk menggarap proyek di laut dalam Indonesian Deep water Development (IDD) di lapangan Gendalo-Gehem tidak berjalan mulus. Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menolak keinginan Chevron yang meminta insentif investment credit di atas rata-rata industri. Sebagai catatan, investment credit merupakan insentif yang diberikan pemerintah kepada kontraktor migas, yang nilainya mengacu pada ongkos investasi yang mereka keluarkan untuk proyek. Insentif ini di luar pembayaran ongkos pengangkatan minyak dan gas bumi yang dikenal dengan cost recovery. Direktur Pembinaan Hulu Migas Kementerian Energi ESDM Djoko Siswanto menyebut, Chevron minta insentif investment credit sebesar 280%. "Ini terlalu besar, biasanya investment credit hanya 50%, seperti usulan Indonesian Petroleum Association (IPA)," katanya, Selasa (26/4).
Investasi laut dalam Chevron terganjal
JAKARTA. Rencana PT Chevron Indonesia untuk menggarap proyek di laut dalam Indonesian Deep water Development (IDD) di lapangan Gendalo-Gehem tidak berjalan mulus. Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menolak keinginan Chevron yang meminta insentif investment credit di atas rata-rata industri. Sebagai catatan, investment credit merupakan insentif yang diberikan pemerintah kepada kontraktor migas, yang nilainya mengacu pada ongkos investasi yang mereka keluarkan untuk proyek. Insentif ini di luar pembayaran ongkos pengangkatan minyak dan gas bumi yang dikenal dengan cost recovery. Direktur Pembinaan Hulu Migas Kementerian Energi ESDM Djoko Siswanto menyebut, Chevron minta insentif investment credit sebesar 280%. "Ini terlalu besar, biasanya investment credit hanya 50%, seperti usulan Indonesian Petroleum Association (IPA)," katanya, Selasa (26/4).