Investasi Naik, Pertumbuhan Penyerapan Tenaga Kerja Melambat di 2025



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan penyerapan tenaga kerja dari realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai 2,71 juta orang. Penyerapan tenaga kerja ini tumbuh 10,4% secara tahunan (year-on-year/YoY). 

Meski meningkat, pertumbuhan penyerapan tenaga kerja tersebut melambat dibandingkan tahun 2024 yang tumbuh hingga 34,7% YoY dengan menyerap tenaga kerja 2,46 juta orang. 

Perlambatan penyerapan tenaga kerja pada 2025 ini mengindikasikan adanya penurunan dari sisi kualitas investasi, salah satunya tercermin dari meningkatnya biaya investasi per tenaga kerja.


Berdasarkan perhitungan Kontan, untuk menyerap satu orang tenaga kerja pada 2025 dibutuhkan investasi sekitar Rp 712,48 juta. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan 2024 yang hanya sekitar Rp 673,25 juta per tenaga kerja. Kenaikan biaya investasi per pekerja ini menunjukkan bahwa aktivitas investasi menjadi relatif lebih mahal.

Baca Juga: Naik 12,7%, Realisasi Investasi Tahun 2025 Tembus Rp 1.931,2 Triliun

Kondisi tersebut sejalan dengan pelemahan nilai tukar rupiah atau depresiasi mata uang sepanjang periode tersebut. Meski demikian, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menilai fluktuasi nilai tukar masih berada dalam batas yang dapat diterima oleh investor, baik asing maupun domestik.

“USD (dollar AS) itu kan bukan satu penaikan yang meningkat terus, ini kan masih naik turun, dan saya melihatnya ini masih dalam range yang sangat acceptable oleh investor luar juga. Jadi mereka sudah memperkirakan pergerakan mata uang kita pada saat berinvestasi ke Indonesia,” ungkap Rosan saat ditemui di kantor BKPM, Kamis (15/1/2026).

Rosan menambahkan, penyerapan tenaga kerja tetap menjadi indikator utama dalam menilai kualitas investasi yang masuk ke Indonesia. Sepanjang 2025, realisasi investasi tercatat mencapai Rp 1.931,2 triliun atau 101,3% dari target Rp 1.905,6 triliun.

“Saya sampaikan penyerapan pekerjaan ini adalah yang paling esensial, yang menjadi parameter kami atas investasi yang masuk kurang lebih 2.710.532 orang atau meningkat 10,4% dari tahun sebelumnya,” ujarnya.

Secara keseluruhan, realisasi investasi sepanjang 2025 tumbuh 12,7% YoY dibandingkan 2024 yang mencapai Rp 1.714,2 triliun. Capaian tersebut ditopang oleh realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 1.030,3 triliun dan penanaman modal asing (PMA) senilai Rp 900,9 triliun.

Realisasi investasi pada tahun 2025 tersebar tercatat pada kuartal I yakni mencapai Rp 465,2 triliun, kuartal II Rp 477,7 triliun, kuartal III Rp 491,4 triliun, dan kuartal IV sebesar Rp 496,6 triliun.

Baca Juga: Menteri Rosan: Realisasi Investasi Sepanjang 2025 Sudah Serap 2,71 Juta Tenaga Kerja

Ke depan, pemerintah menargetkan peningkatan investasi secara bertahap. Rosan sebelumnya menyampaikan, Indonesia membutuhkan realisasi investasi sebesar Rp 13.302 triliun sepanjang 2025–2029 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8% pada akhir masa pemerintahan Presiden Prabowo. 

Adapun target realisasi investasi ditetapkan naik dari Rp 2.280 triliun pada 2026 menjadi Rp3.414 triliun pada 2029.

Selanjutnya: Samudera Indonesia Siap Tangkap Peluang 2026, Armada Baru dan Patimban Jadi Fokus

Menarik Dibaca: Membeli Rumah untuk Keluarga Muda, Tak Sekadar Soal Harga

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News