Investasi Offshore Masih Prospektif, Ini Sektor yang Menarik Dicermati



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investasi offshore masih memiliki prospek dalam jangka panjang meski kenaikan suku bunga global berpotensi menekan kinerja pasar saham dalam jangka pendek. Investor Indonesia dapat memanfaatkan aset global sebagai sarana diversifikasi sekaligus mendapatkan eksposur ke sektor yang masih terbatas di pasar domestik.

Investment Specialist Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Dimas Ardhinugraha mengatakan, kenaikan suku bunga saat ini dapat memberikan tekanan terhadap pasar saham global karena investor perlu menyesuaikan valuasi saham dengan tingkat suku bunga serta dampaknya terhadap prospek keuntungan perusahaan.

“Namun perlu diingat bahwa kondisi ekonomi global saat ini dinilai masih cukup kuat sehingga dampak kenaikan suku bunga terhadap pasar saham dapat lebih terbatas,” ujar Dimas kepada Kontan, Jumat (18/9/2026).


Baca Juga: Prospek Bumi Resources (BRMS) Usai Pushback Rampung,Analis Soroti Kinerja hingga 2027

Dalam jangka panjang, investasi offshore tetap menawarkan potensi yang menarik. Hal tersebut ditopang oleh perkembangan teknologi, perubahan demografi, serta meningkatnya kebutuhan terhadap energi bersih.

Menurut Dimas, reksa dana offshore berbasis saham dapat menjadi salah satu pilihan investor untuk melakukan diversifikasi dari portofolio investasi domestik. Investasi pada pasar saham global juga memberikan akses ke sektor yang relatif terbatas di pasar saham Indonesia, seperti teknologi dan kesehatan.

“Menurut kami reksa dana offshore saham dapat menjadi pertimbangan sebagai diversifikasi dari portofolio investasi domestik,” katanya.

Selain memberikan akses ke pasar global, investasi melalui reksa dana juga dinilai memberikan kemudahan karena dikelola oleh manajer investasi. Investor dapat memantau perkembangan investasinya sekaligus melakukan penambahan maupun pencairan investasi sesuai kebutuhan.

Lebih lanjut, Dimas melihat sektor teknologi, kesehatan, dan energi terbarukan sebagai sejumlah sektor yang menarik untuk dicermati dalam jangka panjang.

Di sektor teknologi, perkembangan teknologi yang terus berubah dan semakin canggih dinilai akan memberikan dampak terhadap perusahaan yang bergerak di bidang tersebut. Sementara sektor kesehatan berpotensi ditopang meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk hidup lebih panjang dan sehat yang mendorong inovasi.

Adapun pada sektor energi terbarukan, kenaikan harga minyak dunia mendorong sejumlah negara mencari sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi peluang bagi perusahaan yang bergerak di sektor energi terbarukan.

Dimas juga menilai investasi pada aset luar negeri melalui manajer investasi memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan investasi secara langsung. Tim investasi manajer investasi memiliki pengalaman dan pengetahuan untuk melakukan riset, analisis fundamental, serta pemantauan terhadap perusahaan secara berkelanjutan.

Dengan demikian, investor tidak perlu melakukan pemantauan harga dan analisis mendalam terhadap setiap aset sebelum menentukan pilihan investasi.

“Reksa dana offshore di Indonesia sudah memiliki variasi yang menarik yang dapat dipertimbangkan oleh investor,” jelas Dimas.

Ia menambahkan, produk reksa dana offshore di Indonesia menawarkan beragam strategi. Di antaranya reksa dana yang berfokus pada saham kawasan Asia Pasifik, saham kawasan China, saham dengan tema ESG di sektor energi transisi, serta mixed asset fund dengan alokasi dinamis antara saham dan obligasi.

Menurut Dimas, investor dapat memilih strategi investasi berdasarkan profil risiko dan tujuan investasi masing-masing. Selain itu, produk offshore yang tersedia di dalam negeri menawarkan kemudahan dari sisi transaksi dan pemantauan investasi.

Meski begitu, investor tetap memiliki pilihan untuk berinvestasi langsung pada aset di luar negeri. Namun, langkah tersebut membutuhkan pengetahuan dan analisis yang memadai karena pasar global mencakup ribuan perusahaan dengan karakteristik, risiko, serta prospek pertumbuhan yang berbeda.

Baca Juga: Ultra Voucher (UVCR) Berencana Gelar Rights Issue, Terbitkan 200 Juta Saham

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News