KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri fintech peer-to-peer (P2P) lending masih tumbuh positif. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), outstanding pindar mencapai Rp 106,94 triliun atau naik 22,07% YoY pada Agustus 2026. Namun, di tengah pertumbuhan tersebut, tingkat wanprestasi 90 hari atau TWP90 industri masih meningkat. OJK mencatat TWP90 industri pindar kembali naik mendekati batas ambang yang ditetapkan regulator, yakni menjadi 4,73% per Agustus 2026.
Meski demikian, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mencatat imbal hasil atau return penempatan dana di industri ini masih berkisar di level 12% hingga 20% per tahun sesuai sektor pinjaman dan perjanjian pemberi pinjaman.
Baca Juga: Pembiayaan Multifinance ke Sektor Produktif Rp 241,88 Triliun per Agustus 2026 Dengan imbal hasil yang masih relatif tinggi, sejumlah perencana keuangan menilai investasi pada sektor industri ini masih menarik. Perencana keuangan independen Andy Nugroho menilai investasi di fintech peer-to-peer (P2P) lending masih menarik. Hal ini dikarenakan potensi imbal hasilnya lebih tinggi dibandingkan deposito dan obligasi ritel. “Dengan potensi imbal hasil yang lebih tinggi daripada yang ditawarkan oleh produk deposito, tentu P2P lending menjadi pilihan investasi yang menarik,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (8/10/2026). Andy menambahkan, jumlah nasabah P2P yang terus meningkat setiap tahunnya menunjukkan pasar dan permintaan yang sangat besar. Dari sisi kemudahan, ia juga menyebut skema investasi berbasis digital menarik bagi mereka yang techno-savvy karena prosesnya yang sederhana. Kendati demikian, ia mengingatkan bisnis P2P termasuk produk investasi berisiko tinggi (high risk). Menurutnya, tren TWP90 yang meningkat membuat calon investor perlu mempertimbangkan ulang rencana investasinya karena ada risiko imbal hasil seret, bahkan gagal bayar. Sejalan dengan itu, Perencana Keuangan Mitra Rencana Edukasi, Mike Rini Sutikno menilai P2P lending masih menarik, tetapi dengan syarat.
Baca Juga: Layanan Sempat Alami Gangguan, Bos Flip Pastikan Saldo Pengguna Aman “Mendapatkan return tinggi itu pasti menarik, tapi dengan syarat,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (8/10/2026). Mike menilai, tekanan TWP90 merupakan sinyal yang perlu diperhatikan dengan serius karena menunjukkan kualitas kredit dan kemampuan bayar peminjam (borrower) menurun.
Selain itu, agar tetap menarik, ia menyarankan investor selektif dalam memilih platform dengan rekam jejak baik dan melakukan diversifikasi lintas sektor. Mike juga mengingatkan TWP90 adalah warning sign yang tidak boleh dianggap remeh, sehingga investor perlu mengevaluasi ulang alokasinya termasuk mempertimbangkan mengurangi eksposur. “Fintech tetap menarik bagi investor yang memahami risiko, memiliki profil risiko yang cocok dengan P2P lending, dan bersedia melakukan uji tuntas (due diligence) untuk memahami betul keuntungan dan risiko dari investasi di P2P lending,” katanya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News