Investasi Perusahaan Jerman di AS Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Tahun



KONTAN.CO.ID - Perusahaan-perusahaan Jerman memangkas investasi langsung di Amerika Serikat (AS) hingga hampir dua pertiga pada paruh pertama 2026.

Ketidakpastian akibat kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump menjadi salah satu faktor yang menekan investasi perusahaan Jerman di Negeri Paman Sam.

Berdasarkan perhitungan German Economic Institute (IW) yang mengacu pada data bank sentral Jerman dan dilihat Reuters, investasi langsung perusahaan Jerman di AS hanya mencapai €4,3 miliar atau sekitar US$5 miliar pada Januari-Juni 2026.


Baca Juga: Iran Bantah Klaim Qatar dan Kuwait soal Personel Militer yang Ditahan

Nilai tersebut anjlok hampir dua pertiga dibandingkan periode yang sama tahun lalu sekaligus menjadi level terendah sejak 2023.

Jika dibandingkan dengan paruh pertama 2024, investasi perusahaan Jerman di AS bahkan turun hampir 80%.

"Ini melanjutkan tren penurunan yang terlihat sejak awal masa jabatan kedua Donald Trump pada Januari 2025," ujar Samina Sultan, peneliti IW, kepada Reuters.

Kebijakan Trump Tekan Investasi

Sejak kembali menjabat sebagai presiden AS, Trump mengancam sebagian besar mitra dagang AS dengan tarif impor untuk mendorong negara-negara tersebut memberikan konsesi yang menguntungkan Washington.

Dalam upaya menghindari tarif tinggi terhadap ekspornya ke AS, Uni Eropa (UE) pada tahun lalu menyepakati kesepakatan dagang dengan Washington yang mencakup komitmen investasi senilai US$600 miliar.

Baca Juga: Harga Minyak Acuan Melonjak Lebih dari 5% di Pekan Ini, Ini Sentimen yang Menopangnya

Namun, ketidakpastian terkait kebijakan perdagangan AS membuat perusahaan Jerman lebih berhati-hati dalam mengalokasikan modal baru.

Data IW menunjukkan, dalam lima tahun sebelum pandemi Covid-19, investasi perusahaan Jerman di AS pada semester pertama rata-rata mencapai €15,8 miliar per tahun. Angka tersebut hampir empat kali lipat dibandingkan realisasi pada paruh pertama 2026.

Meski demikian, Sultan mengatakan periode 2020-2023 dipengaruhi kondisi luar biasa akibat pandemi. Beberapa tahun bahkan mencatat arus investasi bersih keluar.

Perusahaan Lama Masih Investasi

IW juga menganalisis komposisi arus investasi selama 2025. Hasilnya menunjukkan pinjaman investasi langsung dan laba yang diinvestasikan kembali berada pada level yang sangat tinggi.

Sementara itu, modal ekuitas dalam arti sempit yang mencakup keseimbangan antara investasi baru dan likuidasi  berada di bawah rata-rata.

"Perusahaan yang sudah aktif di Amerika Serikat masih menginvestasikan kembali keuntungan yang mereka peroleh di sana," kata Sultan.

Baca Juga: Jeff Bezos Incar Saham Liverpool, Simak Profil Pemilik The Reds Saat Ini

Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan bahwa AS masih menjadi pasar yang menarik secara keseluruhan bagi perusahaan Jerman.

Namun, perusahaan-perusahaan tersebut cenderung lebih berhati-hati untuk menggelontorkan modal baru di AS.

"Perusahaan ragu untuk berkomitmen terhadap modal baru," ujar Sultan.