JAKARTA. Pemerintah dan Komisi VII DPR menyepakati tarif listrik tahun 2012 tidak akan naik alias tetap. Tentu saja hal ini menjadi kabar gembira bagi dunia usaha yang selama ini selalu mengkhawatirkan kenaikan tarif listrik. Hanya saja, kebijakan ini akan berimbas pada keuangan PT PLN (Persero). Soalnya, margin PLN terhadap omzetnya akan turun dari 8% di tahun ini menjadi 7%. "Kesepakatan itu akan mempengaruhi sistem investasi," kata Murtaqi Syamsudin, Direktur Bisnis dan Manajemen Risiko PLN, Rabu (15/6). Ia merujuk pada kesepakatan yang tercapai saat pembahasan asumsi subsidi listrik dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2012. Dalam kesepakatan itu, pemerintah akan membayar subsidi listrik Rp 45 triliun-Rp 55 triliun. Jumlah ini lebih besar dibandingkan anggaran tahun ini Rp 40,7 triliun.
Investasi PLN akan terpengaruh
JAKARTA. Pemerintah dan Komisi VII DPR menyepakati tarif listrik tahun 2012 tidak akan naik alias tetap. Tentu saja hal ini menjadi kabar gembira bagi dunia usaha yang selama ini selalu mengkhawatirkan kenaikan tarif listrik. Hanya saja, kebijakan ini akan berimbas pada keuangan PT PLN (Persero). Soalnya, margin PLN terhadap omzetnya akan turun dari 8% di tahun ini menjadi 7%. "Kesepakatan itu akan mempengaruhi sistem investasi," kata Murtaqi Syamsudin, Direktur Bisnis dan Manajemen Risiko PLN, Rabu (15/6). Ia merujuk pada kesepakatan yang tercapai saat pembahasan asumsi subsidi listrik dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2012. Dalam kesepakatan itu, pemerintah akan membayar subsidi listrik Rp 45 triliun-Rp 55 triliun. Jumlah ini lebih besar dibandingkan anggaran tahun ini Rp 40,7 triliun.