KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Realisasi investasi di Indonesia mencapai Rp 1.010,6 triliun pada semester I 2026. Dari realisasi tersebut, sebanyak 1,448 juta tenaga kerja terserap dalam proyek investasi sepanjang enam bulan pertama tahun ini. Penyerapan tenaga kerja itu berasal dari proyek investasi langsung yang dijalankan perusahaan, baik penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA). Data tersebut mencakup tenaga kerja yang dilaporkan perusahaan melalui kegiatan investasi yang berjalan di Indonesia. Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Nurul Ichwan mengatakan, penyerapan tenaga kerja tersebut berasal dari proyek investasi yang tercatat dalam laporan perusahaan. Baca Juga: Perpres Ojol Batasi Potongan Aplikasi 8%, Apakah Tarif Ojol & Kurir Semakin Murah? Data penyerapan tenaga kerja dihimpun melalui Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang disampaikan perusahaan kepada Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. “Pencatatannya dilakukan secara transparan per proyek melalui laporan resmi yang disampaikan oleh perusahaan kepada Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM berupa Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM),” ujar Ichwan dalam keterangan resmi, Kamis (8/10/2026). Dalam lima tahun terakhir, penyerapan tenaga kerja dari investasi langsung disebut menunjukkan tren peningkatan. Rata-rata pertumbuhannya mencapai 22,4%. “Penyerapan tenaga kerja dari investasi langsung dalam lima tahun terakhir menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dengan pertumbuhan rata-rata mencapai 22,4%,” ungkap Ichwan. Realisasi investasi pada semester I 2026 tersebut mencakup penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA). Data penyerapan tenaga kerja dihitung berdasarkan laporan kegiatan penanaman modal yang disampaikan perusahaan kepada BKPM. Baca Juga: Dua Tahun Prabowo-Gibran, APBN Perkuat Program Prioritas dan Stabilitas Ekonomi
Investasi Rp1.010,6 Triliun pada Semester I 2026 Serap 1,448 Juta Tenaga Kerja
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Realisasi investasi di Indonesia mencapai Rp 1.010,6 triliun pada semester I 2026. Dari realisasi tersebut, sebanyak 1,448 juta tenaga kerja terserap dalam proyek investasi sepanjang enam bulan pertama tahun ini. Penyerapan tenaga kerja itu berasal dari proyek investasi langsung yang dijalankan perusahaan, baik penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA). Data tersebut mencakup tenaga kerja yang dilaporkan perusahaan melalui kegiatan investasi yang berjalan di Indonesia. Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Nurul Ichwan mengatakan, penyerapan tenaga kerja tersebut berasal dari proyek investasi yang tercatat dalam laporan perusahaan. Baca Juga: Perpres Ojol Batasi Potongan Aplikasi 8%, Apakah Tarif Ojol & Kurir Semakin Murah? Data penyerapan tenaga kerja dihimpun melalui Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang disampaikan perusahaan kepada Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. “Pencatatannya dilakukan secara transparan per proyek melalui laporan resmi yang disampaikan oleh perusahaan kepada Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM berupa Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM),” ujar Ichwan dalam keterangan resmi, Kamis (8/10/2026). Dalam lima tahun terakhir, penyerapan tenaga kerja dari investasi langsung disebut menunjukkan tren peningkatan. Rata-rata pertumbuhannya mencapai 22,4%. “Penyerapan tenaga kerja dari investasi langsung dalam lima tahun terakhir menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dengan pertumbuhan rata-rata mencapai 22,4%,” ungkap Ichwan. Realisasi investasi pada semester I 2026 tersebut mencakup penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA). Data penyerapan tenaga kerja dihitung berdasarkan laporan kegiatan penanaman modal yang disampaikan perusahaan kepada BKPM. Baca Juga: Dua Tahun Prabowo-Gibran, APBN Perkuat Program Prioritas dan Stabilitas Ekonomi
TAG: