Investasi Rp2,8 T,Groundbreaking PSEL Bogor Raya1 Pasok Energi Hijau ke 100.000 Rumah



KONTAN.CO.ID - BOGOR. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) melakukan peletakan batu pertama alias groundbreaking proyek Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir menyampaikan, groundbreaking kali ini juga dibarengi dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Listrik. Langkah ini menjadi tonggak utama dimulainya pengembangan fasilitas pengolahan sampah terpadu tersebut.

"Ini menandai kesiapan untuk mendorong realisasi solusi pengolahan sampah terintegrasi di Indonesia yang dilanjutkan di Bogor Raya setelah kita melakukan di Kota Bekasi dan Denpasar Raya pada 2 bulan terakhir ini," ujarnya dalam Peresmian Pembangunan PSEL Bogor Raya 1, di Desa Galuga, Bogor, Jawa Barat, Kamis (17/9/2026).


Baca Juga: Tiga Proyek PSEL Danantara Resmi Masuk PSN, Simak Rincian Lokasinya

Guna memastikan keandalan proyek, Pandu menjelaskan, pihaknya menerapkan standar pengawasan serta tata kelola yang ketat sejak awal tahap perencanaan. Pada proses seleksi, didukung oleh tenaga ahli dan juga tata kelola yang melibatkan lebih dari 60 tenaga ahli dan profesional dari berbagai latar belakang industri terkait.

"Tim yang terlibat memiliki pengalaman pada berbagai proyek PSEL internasional, termasuk di Asia Pasifik seperti Malaysia, Thailand, Tiongkok, Australi, dan di Eropa seperti di Irlandia, Jerman, serta di Timur Tengah dan Kuwait. Ada pula yang memiliki pengalaman pada proyek PSEL dalam negeri," jelasnya.

Pandu mengungkapkan bahwa proses seleksi tersebut turut didukung oleh berbagai keahlian seperti keahlian teknis operasional, hukum, finansial, dan lingkungan.

Baca Juga: Skema Kontrak PSEL Menguntungkan Investor, Ekonom Ingatkan Beban Subsidi Negara

Dia bilang, PSEL Bogor Raya 1 dirancang untuk memberikan dampak nyata terhadap pengelolaan sampah, energi hijau, dan memberdayakan ekonomi lokal. Seluruh operasional fasilitas ini nantinya dibangun dengan mengacu pada standar lingkungan hidup internasional yakni Industrial Emissions Directive (EU-IED).

Pandu menyebutkan, proyek infrastruktur ini ditargetkan mampu mengelola lebih dari 500.000 ton sampah per tahun. Volume pengolahan sampah tersebut diperkirakan sanggup menangani sekitar 45% dari total timbulan sampah terolah yang dihasilkan oleh wilayah Kota dan Kabupaten Bogor.

Dari sisi lingkungan, lanjut dia, keberadaan fasilitas ini diproyeksikan dapat menurunkan emisi sampah dari TPA hingga 80%. 

Selain itu, operasional PSEL Bogor Raya 1 diklaim mampu mengurangi emisi karbon sebesar 640.000 ton setara CO2 per tahun, sekaligus memasok energi hijau untuk menyuplai lebih dari 100.000 rumah masyarakat Bogor.

"Inisiatif ini juga bernilai Rp 2,8 triliun dari sisi investasi dan Insya Allah menciptakan lapangan kerja sebesar 1.200 dan mengurangi kebutuhan lahan TPA sekitar 80%," pungkasnya.

Baca Juga: Danantara Serahkan CLoA ke 8 Mitra PSEL, Groundbreaking Desember 2026 - Januari 2027

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: