Investasi SpaceX Bikin Kekayaan Kepala SBA Kelly Loeffler Melonjak Jutaan Dolar



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Kepala U.S. Small Business Administration (SBA) Kelly Loeffler dilaporkan meraup keuntungan jutaan dolar dari investasinya di perusahaan antariksa SpaceX milik Elon Musk setelah perusahaan tersebut melantai di bursa melalui penawaran umum perdana saham (IPO).

Hasil penelusuran Reuters terhadap dokumen laporan kekayaan menunjukkan nilai investasinya melonjak signifikan, meski hingga kini tidak ditemukan hubungan keuangan antara SBA dengan SpaceX maupun xAI yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.

Hukum federal Amerika Serikat (AS) melarang pejabat kabinet terlibat dalam pengambilan keputusan yang menyangkut perusahaan tempat mereka memiliki kepentingan finansial.


Baca Juga: Cara Beli Saham IPO SpaceX untuk Investor Ritel, Simak Panduannya

Berdasarkan dokumen pengungkapan keuangan yang wajib disampaikan pejabat publik, Loeffler pertama kali menanamkan investasi di xAI, perusahaan kecerdasan buatan dan media sosial milik Elon Musk yang kemudian bergabung dengan SpaceX, senilai antara US$ 1 juta hingga US$ 5 juta per 3 Januari 2025, sebelum menjabat sebagai Administrator SBA.

Selanjutnya, sepanjang 2025, Loeffler kembali melakukan investasi di SpaceX dan xAI dengan nilai yang juga berkisar antara US$1 juta hingga US$5 juta.

Investasi kedua tersebut terungkap dalam laporan kekayaan yang ditandatangani pada 14 Mei 2026 dan diperoleh Reuters dari SBA pada Juni lalu. Investasi ini sebelumnya belum pernah diberitakan.

Karena sistem pelaporan aset pejabat kabinet Amerika Serikat menggunakan kisaran nilai, dokumen tersebut tidak mencantumkan jumlah pasti maupun tanggal transaksi investasi.

Baca Juga: JPMorgan hingga BofA Ramaikan Demam IPO SpaceX di Wall Street

Dua pakar independen di bidang etika pemerintahan menyatakan kepada Reuters bahwa interpretasi atas laporan tersebut sesuai dengan ketentuan pengungkapan yang berlaku.

Nilai investasi Loeffler meningkat tajam setelah SpaceX mencatatkan sahamnya pada 12 Juni 2026 dalam IPO terbesar sepanjang sejarah AS.

Penawaran saham tersebut memberikan valuasi sekitar US$ 1,77 triliun bagi perusahaan yang bergerak di bidang antariksa, satelit, dan kecerdasan buatan itu.

Menurut analis PitchBook Franco Granda, investasi pertama Loeffler di xAI diperkirakan bernilai antara US$ 7 juta hingga US$ 2,6 miliar pada hari IPO, bergantung pada besaran dana yang ditanamkan dan waktu investasinya.

Sementara itu, investasi keduanya diperkirakan bernilai antara US$ 2,2 juta hingga US$ 25,4 juta.

Granda menjelaskan bahwa semakin awal investasi dilakukan, semakin besar potensi keuntungan yang diperoleh.

Baca Juga: IPO SpaceX Berjalan Mulus, Wall Street Kian Optimistis Sambut Gelombang IPO AI

Valuasi xAI sendiri meningkat lebih dari 7.000% sejak putaran pendanaan awal hingga awal Januari 2025, sedangkan valuasi SpaceX meningkat lebih dari dua kali lipat sepanjang 2025.

Laporan Reuters juga menunjukkan sedikitnya 10 pejabat pemerintahan Presiden Donald Trump mencantumkan kepemilikan investasi di SpaceX atau xAI dalam laporan kekayaan tahun 2025.

Namun, tidak satu pun dari mereka berasal dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

Berdasarkan catatan publik, tidak terdapat hubungan keuangan antara SBA dengan SpaceX maupun xAI. Selain itu, xAI juga tidak tercantum dalam daftar publik perangkat kecerdasan buatan yang digunakan pegawai SBA selama 2025.

Reuters menyebut Loeffler maupun timnya tidak memberikan tanggapan atas sejumlah permintaan komentar mengenai investasinya di SpaceX.

Baca Juga: Antusiasme Investor Ritel Eropa terhadap IPO SpaceX Tinggi

Loeffler diketahui merupakan pebisnis dengan kekayaan besar. Sebelum menjabat di pemerintahan, ia pernah menjadi CEO pendiri Bakkt, platform perdagangan bitcoin, serta bekerja selama 16 tahun di Intercontinental Exchange, perusahaan induk Bursa Efek New York (NYSE).

Ia juga pernah mewakili negara bagian Georgia sebagai senator Amerika Serikat sebelum dikonfirmasi Senat sebagai Administrator SBA pada 19 Februari 2025.