KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Pasar obligasi Asia mencatatkan arus masuk dana asing terbesar dalam tujuh bulan terakhir pada Juni 2026. Investor global memborong surat utang kawasan seiring membaiknya prospek ekonomi Asia akibat penurunan harga minyak, meningkatnya permintaan teknologi, serta kekhawatiran terhadap pasar saham yang mendorong perpindahan dana ke aset pendapatan tetap yang dianggap lebih aman. Berdasarkan data regulator lokal dan asosiasi pasar obligasi, investor asing mencatat pembelian bersih obligasi senilai US$ 11,51 miliar di lima negara Asia, yakni Korea Selatan, Indonesia, Malaysia, Thailand, dan India. Angka tersebut menjadi pembelian bersih bulanan terbesar sejak November 2025. Sentimen positif terhadap obligasi Asia turut didorong oleh penurunan harga minyak mentah dunia. Harga minyak Brent turun 20,8% sepanjang Juni dan sempat menyentuh level terendah dalam empat bulan. Penurunan ini membantu meredakan tekanan inflasi di negara-negara Asia yang banyak mengimpor minyak, meskipun harga kembali meningkat setelah konflik di Timur Tengah kembali memanas.
Investor Asing Borong Obligasi Asia US$ 11,51 Miliar, Indonesia Jadi Favorit
KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Pasar obligasi Asia mencatatkan arus masuk dana asing terbesar dalam tujuh bulan terakhir pada Juni 2026. Investor global memborong surat utang kawasan seiring membaiknya prospek ekonomi Asia akibat penurunan harga minyak, meningkatnya permintaan teknologi, serta kekhawatiran terhadap pasar saham yang mendorong perpindahan dana ke aset pendapatan tetap yang dianggap lebih aman. Berdasarkan data regulator lokal dan asosiasi pasar obligasi, investor asing mencatat pembelian bersih obligasi senilai US$ 11,51 miliar di lima negara Asia, yakni Korea Selatan, Indonesia, Malaysia, Thailand, dan India. Angka tersebut menjadi pembelian bersih bulanan terbesar sejak November 2025. Sentimen positif terhadap obligasi Asia turut didorong oleh penurunan harga minyak mentah dunia. Harga minyak Brent turun 20,8% sepanjang Juni dan sempat menyentuh level terendah dalam empat bulan. Penurunan ini membantu meredakan tekanan inflasi di negara-negara Asia yang banyak mengimpor minyak, meskipun harga kembali meningkat setelah konflik di Timur Tengah kembali memanas.