Investor Asing Ramai Borong Saham HMSP, Cermati Rekomendasi Analis



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) mencatatkan penguatan sekitar 4% dalam sepekan terakhir hingga mencapai level Rp 650 per saham.

Penguatan ini terjadi di tengah aksi net buy investor asing yang berlangsung selama tiga hari perdagangan berturut-turut pada 9, 12, dan 13 Oktober 2026.

Pada 9 Oktober 2026, net buy asing di saham HMSP masing-masing mencapai 4,23 miliar. Sedangkan pada 12 dan 13 Oktober 2026 net buy asing di saham HMSP masing-masing sebesar Rp 8,37 miliar dan Rp 6,44 miliar.


Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai, penguatan saham HMSP berpotensi didorong oleh kombinasi faktor valuasi, ekspektasi perbaikan fundamental, dan rotasi portofolio investor ke saham-saham berkarakter defensif.

Baca Juga: Asing Ramai Borong Saham Big Banks BBRI, BBCA dan BMRI Sepekan Terakhir

Dari sisi valuasi, Nafan melihat saham HMSP berpotensi menarik apabila harga pasarnya belum sepenuhnya mencerminkan peluang pemulihan profitabilitas perusahaan.

"Stabilitas kebijakan cukai hasil tembakau dapat meningkatkan ekspektasi investor terhadap kemampuan perusahaan menjaga margin keuntungan," ujar Nafan kepada Kontan, Rabu (14/10/2026).

Meski demikian, ia menilai aksi beli asing dalam jangka pendek belum cukup untuk memastikan pembalikan tren saham secara berkelanjutan.

Investor tetap perlu mencermati volume transaksi, valuasi relatif, kinerja keuangan, serta kemampuan perusahaan meningkatkan laba bersih.

Dari sisi operasional, kinerja HMSP hingga kuartal III-2026 perlu dicermati melalui pertumbuhan volume produksi dan penjualan, bauran produk, harga jual rata-rata, serta efisiensi biaya produksi dan distribusi.

Menurut Nafan, peningkatan volume penjualan belum tentu menghasilkan pertumbuhan laba yang sebanding apabila konsumen beralih ke produk dengan harga lebih murah akibat tekanan daya beli.

Oleh karena itu, kemampuan HMSP mempertahankan kontribusi produk dengan margin keuntungan yang lebih baik menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan prospek profitabilitas perusahaan.

Baca Juga: Investor Asing Ramai-ramai Cabut dari Bursa Saham Jepang di Pekan Lalu

Keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan tarif cukai hasil tembakau pada 2026 berpotensi memberikan sentimen positif bagi HMSP.

Kebijakan tersebut dinilai memberi ruang bagi perusahaan untuk menjaga stabilitas harga jual sekaligus mengendalikan beban operasional.

Dalam kondisi tersebut, HMSP dapat lebih berfokus pada optimalisasi strategi harga, efisiensi biaya, serta penguatan daya saing produk untuk mempertahankan pangsa pasar.

 
HMSP Chart by TradingView

Sementara itu, rencana penambahan lapisan tarif cukai dari delapan menjadi sembilan lapisan berpotensi memengaruhi struktur persaingan industri rokok, bergantung pada desain kebijakan final dan posisi produk masing-masing produsen dalam kelompok tarif cukai yang berlaku.

Apabila struktur tarif baru mampu menciptakan persaingan yang lebih seimbang, HMSP berpotensi memperoleh manfaat. Namun, perusahaan masih menghadapi risiko peralihan konsumen ke rokok berharga lebih murah, tekanan daya beli, serta peredaran rokok ilegal.

Dengan demikian, stabilitas tarif cukai dapat menjadi katalis positif bagi HMSP hingga 2027. Namun, besarnya dampak terhadap margin keuntungan dan pangsa pasar tetap bergantung pada strategi komersial perusahaan serta implementasi kebijakan pemerintah.

Untuk prospek ke depan, Nafan menilai HMSP berpeluang mencatatkan perbaikan kinerja hingga akhir 2026 dan sepanjang 2027 apabila stabilitas kebijakan cukai diikuti pemulihan volume penjualan, penguatan daya beli masyarakat, dan peningkatan efisiensi operasional.

Baca Juga: Investor Asing Rajin Borong Saham BRPT, Ditopang TPIA hingga Proyek Waste to Energy

Dari sisi keuangan, investor juga perlu memperhatikan pertumbuhan pendapatan, margin laba kotor, laba bersih, arus kas operasional, serta kemampuan perusahaan mempertahankan pembagian dividen.

Dari sisi saham, valuasi yang relatif menarik dan potensi pemulihan profitabilitas dapat meningkatkan minat investor terhadap HMSP, terutama apabila tren pembelian asing berlanjut dan didukung perbaikan kinerja fundamental.

Meskipun demikian, risiko persaingan harga, perubahan preferensi konsumen, dan tekanan biaya masih perlu diantisipasi. Oleh karena itu, Nafan menyarankan investor untuk bersikap wait and see terhadap saham HMSP.

Menurutnya, investor sebaiknya tidak hanya menjadikan penguatan harga saham sebagai dasar pengambilan keputusan, tetapi juga menunggu konfirmasi dari laporan keuangan terbaru dan keberlanjutan pertumbuhan laba perusahaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News