JAKARTA. Bisnis perbankan Indonesia masih menjadi incaran para investor. Kendati pertumbuhan kredit melambat, sejumlah investor strategis tetap tergiur menjadi pemegang saham perbankan nasional. Contoh, dua bank yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu PT Bank Mayapada International Tbk dan PT Bank Sinarmas Tbk, siap menyambut kedatangan pemodal baru tersebut Pemegang saham baru Bank Mayapada adalah Unity Rise Ltd. Entitas ini menjadi pemegang saham emiten bersandi MAYA itu setelah membeli 593,5 juta saham MAYA dari Avenue Luxembourg Sarl. Nilai total transaksi ini mencapai Rp 885,81 miliar. Berdasarkan surat resmi Avenue dan Unity, mereka melakukan transaksi jual beli saham MAYA selama periode 15 Oktober-16 Oktober 2014.
Dalam penjelasan kepada otoritas bursa, Wang Una Chun Yuan, manajemen Unity Rise Limited merinci, pada 15 Oktober 2014, terjadi transaksi 553,88 juta saham MAYA. Sebesar 276,94 juta saham ditransaksikan di harga Rp 1.490 per saham dan 276,94 juta saham lainnya pada harga Rp 1.495 per saham. Kemudian, pada 16 Oktober 2014, Avenue kembali menjual saham MAYA sebanyak sebanyak 39,61 juta saham. Sebesar 19,8 juta saham ditransaksikan pada harga Rp 1.490 dan 19,8 juta lain diperjualbelikan di Rp 1.495 per saham. Nah, pasca transaksi ini, porsi kepemilikan pemegang saham MAYA menjadi sebagai berikut; Brilliant Bazaar Pte. Ltd memiliki 7,82% saham MAYA, Unity Rise Limited 17,06%, CGMI Prime Fin Client Safekeep Acc 17,06%, dan PT Mayapada Karunia Corporation sebanyak 25,31%. Sedangkan, PT Mayapada Kasih masih memiliki 3,21%, SCB SG S/A Hong Leong Bank A/C Jtrust Asia Pte Ltd memiliki 10%, dan 14,17% sisanya dikuasai masyarakat. Dengan cara berbeda, Bank Sinarmas bakal memiliki dua pemegang saham baru. Kedua investor ini masuk melalui penerbitan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non HMETD) atau private placement. Freenyan Liwang, Direktur Utama Bank Sinarmas mengatakan, investor yang menyerap saham private placement emiten bersandi saham BSIM tersebut adalah Asia Value Investments Pte. Ltd dan Clark Quay Investment Corporation Pte. Ltd. Masing-masing investor ini mengambil 444,44 juta saham baru BSIM.