Investor BBNI Cuma Punya 6 Hari Sebelum Cum Date 17 Maret 2026



KONTAN.CO.ID - Investor saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) hanya punya waktu enam hari kerja. Cum date dividen di pasar reguler jatuh pada 17 Maret 2026 — lewat dari tanggal itu, hak atas dividen Rp 349,41 per saham hangus.

Di tengah IHSG yang masih tertekan pascarevisi outlook Indonesia oleh Fitch Ratings, saham BBNI justru bergerak berlawanan arah pada perdagangan Rabu (11/3/2026). Harga BBNI naik 0,7% menjadi Rp 4.290 saham.

Ini bukan kebetulan — ada dua katalis yang baru aktif sekaligus.


Baca Juga: Pasar Kripto Terkoreksi, Analis Perkirakan Konsolidasi Sebelum Reli Baru

Dividen Rp 13 Triliun, Yield 8%

Berdasarkan keterbukaan informasi resmi yang disampaikan Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo Budiprabowo kepada BEI pada 10 Maret 2026, perseroan menetapkan total dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp 13.026.457.038.424 atau Rp 349,41 per saham — setara 65% dari laba bersih yang diatribusikan ke entitas induk sebesar Rp 20,04 triliun.

Sisa 35% atau Rp 7,01 triliun dialokasikan sebagai laba ditahan untuk ekspansi bisnis dan penguatan permodalan.

Dengan harga saham terkini, dividend yield BBNI berada di kisaran 8% — hampir dua kali lipat rata-rata bunga deposito perbankan yang kini berada di kisaran 4–5% per tahun.

Baca Juga: Didukung Ekspansi dan Layanan Spesialis, Saham Siloam (SILO) Masih Menarik

Buyback Rp 905 Miliar: Sinyal dari Dalam

Yang kerap luput dari perhatian investor ritel adalah keputusan buyback yang disetujui dalam RUPST 9 Maret 2026 yang sama. Pemegang saham menyetujui rencana pembelian kembali saham dengan nilai maksimal Rp 905,48 miliar. Ketika manajemen memutuskan membeli sahamnya sendiri hampir Rp 1 triliun, pesannya implisit: mereka menilai harga saham saat ini berada di bawah nilai wajarnya.

Jadwal Lengkap yang Harus Dicatat

Berdasarkan dokumen keterbukaan informasi resmi BEI nomor surat CSE/7/2245, berikut jadwal resmi pembagian dividen BBNI:

  • Cum dividen pasar reguler dan negosiasi: 17 Maret 2026
  • Ex dividen pasar reguler dan negosiasi: 25 Maret 2026
  • Recording date (DPS): 26 Maret 2026 pukul 16.00
  • Pembayaran dividen: 7 April 2026
Investor yang ingin menerima dividen cair 7 April harus sudah tercatat sebagai pemegang saham paling lambat penutupan perdagangan 17 Maret 2026.

Baca Juga: Didukung Ekspansi dan Layanan Spesialis, Saham Siloam (SILO) Masih Menarik

Beli Sekarang atau Tunggu Setelah Ex Date?

Pertanyaan ini selalu muncul menjelang cum date. Untuk investor jangka pendek yang hanya mengejar dividen, perlu dicatat bahwa harga saham secara historis terkoreksi senilai dividen setelah ex date. Keuntungan bersih belum tentu optimal jika masuk terlalu dekat cum date.

Namun untuk investor jangka menengah, kombinasi tiga faktor membuat BBNI layak dicermati lebih serius: yield 8% di atas deposito, buyback aktif hampir Rp 1 triliun, dan total ekuitas perseroan yang tercatat solid di Rp 176,33 triliun per 31 Desember 2025 — fondasi yang kuat di tengah tekanan eksternal yang belum reda.

Risiko yang perlu dicermati adalah evaluasi MSCI pada Mei 2026 dan ketidakpastian arah suku bunga global yang masih membayangi saham-saham perbankan berkapitalisasi besar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News