Investor Bertambah, Modal Swasta di IKN Tembus Rp 66 Triliun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) kembali mengantongi komitmen investasi baru. Lima investor swasta resmi masuk ke Ibu Kota Nusantara (IKN), menambah deretan modal yang mengalir ke proyek ibu kota baru tersebut. Masuknya investor anyar ini menjadi sinyal menguatnya kepercayaan dunia usaha terhadap keberlanjutan pembangunan IKN.

Komitmen itu ditandai dengan penandatanganan tujuh Perjanjian Pemanfaatan Tanah dan Pengalokasian Lahan Aset Dalam Penguasaan (ADP) OIKN beserta akta notarial di Kantor Balai Kota Otorita IKN, Jumat (9/1/2026).

Kelima investor tersebut yakni PT Bahagia Bangunnusa, PT Rangga Ekapratama, PT Fajar Maju Berkarya Gilang, PT Batara Maduma Prospernusa, serta PT Haidir Griya Karya yang tergabung dalam Asatu Corporation.


Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono  menyebut para investor akan mengembangkan beragam sektor usaha, mulai dari kawasan kuliner, perniagaan, perkantoran swasta, hingga sarana dan prasarana olahraga. Proyek-proyek ini diharapkan menjadi penggerak awal aktivitas ekonomi di Nusantara.

Baca Juga: OIKN Lapor Progres Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif Sudah 76%

“Hadirnya tambahan proyek ini diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Nusantara,” tutur Basuki dalam keterangan resmi yang diterima Kontan, Senin (12/1/2026).

Masuknya lima investor ini, menambah daftar 50 investor swasta yang sebelumnya telah menandatangani perjanjian kerja sama pembangunan di IKN. Secara kumulatif, nilai investasi yang telah dikunci mencapai Rp 66 triliun.

Investasi tersebut tersebar dalam lima klaster utama, yakni komersial, perbankan, pergudangan, pendidikan dan kesehatan, serta hunian dan residensial.

Pada klaster hunian, salah satu proyek strategis datang dari PT Pakubuwono Mandiri Investama yang akan membangun apartemen hunian bagi staf kedutaan. Proyek ini dijadwalkan mulai konstruksi pada Juli 2026 dan ditargetkan rampung pada Juli 2028.

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN, Sudiro Roi Santoso, menambahkan sebagian besar dari tujuh proyek investasi terbaru ini akan mulai masuk tahap konstruksi pada pertengahan 2026. Saat ini, para pelaku usaha tengah merampungkan tahapan perjanjian lanjutan dan perizinan.

“Sebagian besar dari tujuh perjanjian kerja sama ini akan memulai pembangunan sekitar pertengahan tahun 2026. Saat ini para pelaku usaha sudah mempersiapkan tahapan perjanjian dan perizinannya,” sebut Roi.

Baca Juga: PTPP Dapat Proyek Jalan Kawasan Kompleks Yudikatif IKN, Nilai Kontrak Rp 1,97 Triliun

Menurut Roi, bertambahnya proyek investasi ini mempertegas posisi IKN bukan sekadar pusat pemerintahan baru, melainkan episentrum pertumbuhan ekonomi baru Indonesia. OIKN, lanjutnya, berkomitmen menjaga iklim investasi yang kondusif, transparan, dan berkelanjutan untuk menarik lebih banyak modal swasta hingga 2028.

Dari sisi investor, kepercayaan terhadap arah pembangunan IKN juga tercermin. Perwakilan PT Batara Maduma Prospernusa, Bob Yanuar, menilai progres pembangunan IKN berjalan signifikan di bawah kepemimpinan Basuki Hadimuljono.

“Dengan kepemimpinan Bapak Basuki, kemajuan dan perkembangan IKN luar biasa. Kami berterima kasih atas kesempatan dan kepercayaan untuk berpartisipasi dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara,” pungkas Bob.

Masuknya investor baru di awal 2026 ini menjadi ujian sekaligus momentum bagi OIKN untuk membuktikan bahwa Nusantara mampu bertransformasi dari proyek negara menjadi magnet investasi swasta yang berkelanjutan.

Baca Juga: WIKA Garap Proyek Jalan Kompleks Yudikatif dan KIPP IKN Senilai Rp1,91 Triliun

Selanjutnya: OJK Terima 831 Pengaduan Terkait KPR Sepanjang 2025, Sudah Ditanggapi PUJK 95,91%

Menarik Dibaca: Promo Paket Gokana Hebat Mulai Rp 99 Ribu, Makan Bertiga Jadi Lebih Hemat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: