Investor dipercaya masih agresif berburu sukuk lewat lelang



KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Lelang sukuk negara pada Selasa (2/4) diperkirakan masih akan berlangsung ramai, kendati terdapat sentimen negatif yang mempengaruhi kondisi pasar belakangan ini.

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail menyampaikan, para investor diyakini masih akan agresif masuk ke pasar obligasi melalui lelang. Bukan tidak mungkin penawaran yang masuk bisa mendekati pencapaian lelang sukuk sebelumnya. Sebagai gambaran, pada lelang sukuk tanggal 19 Maret lalu, permintaan dari investor mencapai Rp 29,69 triliun.

Memang, sepanjang pekan ini tekanan di pasar sedikit meningkat akibat ancaman resesi ekonomi di Amerika Serikat. Ancaman tersebut turut menimbulkan inversi kurva yield US Treasury alias gejala di mana yield obligasi tenor pendek lebih tinggi ketimbang yield obligasi tenor panjang.


Namun, mengingat yield seri-seri sukuk umumnya lebih tinggi ketimbang Surat Utang Negara (SUN), permintaan dari investor diprediksi masih tinggi. Apalagi, suplai instrumen ini tidak sebanyak obligasi negara konvensional. “Investor akan berupaya memaksimalkan lelang nanti sebelum yield sukuk bergerak turun mengikuti tren yang terjadi pada yield SUN,” ujar Mikail, hari ini (29/3).

Dia menambahkan, seri bertenor 4 sampai 7 tahun seperti PBS019 dan PBS021 akan menjadi primadona pada lelang mendatang. Namun, tidak menutup kemungkinan seri-seri bertenor lebih panjang akan diburu oleh para investor. “Risiko pasar obligasi sudah tidak sebesar bulan-bulan sebelumnya, sehingga investor lebih leluasa menambah durasi obligasi,” ungkap Mikail.

Sebagai catatan, selain PBS019 dan PBS021, pemerintah juga akan menawarkan seri SPN-S 03102019, PBS014, PBS022, dan PBS015. Pemerintah pun menargetkan penerbitan sukuk pada lelang kali ini sebesar Rp 8 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Azis Husaini