Investor diramal masih akan masuk ke tenor pendek pada lelang sukuk Selasa (29/6)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan akan kembali mengadakan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk pada Selasa (29/4).

Dalam lelang kali ini pemerintah menetapkan target indikatif Rp 11 triliun, dengan satu seri SPN-S (Surat Perbendaharaan Negara - Syariah) dan lima seri PBS (Project Based Sukuk) yang akan dilelang.

Pada lelang sebelumnya, pemerintah berhasil mendapatkan penawaran sebanyak Rp 46,67 triliun, dan berhasil memenuhi target indikatif yang ditetapkan, yaitu sebanyak Rp 10 triliun. PBS027 menjadi seri yang paling banyak mendapatkan penawaran masuk, penawaran mencapai Rp 19,9 triliun, sekaligus menjadi seri yang paling banyak dimenangkan, dengan Rp 6,55 triliun.


Baca Juga: Pasar saham belum membaik, minat terhadap reksadana ETF stagnan

Head of Fixed Income Trimegah Asset Darma Yudha melihat lelang Sukuk nanti akan cenderung sedikit turun atau flat. Hal ini karena ia melihat bahwa di lelang surat utang negara (SUN) dan lelang Sukuk sebelumnya sudah menunjukkan walaupun kondisi pandemi Covid-19 yang sedang naik, demand dari lelang masih tetap bagus.

“Karena memang US Treasury sudah turun dan orang sudah memperkirakan hal ini, jadi kalau saya lihat sampai turun jauh enggak, tapi turun dikit cenderung flat,” kata Darma ketika dihubungi Kontan, Minggu (27/6).

Selain itu, ia juga melihat bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) baik-baik saja di hari Jumat (25/6), bahkan cenderung naik. Walaupun begitu, ia tidak memungkiri bahwa akan ada distraksi dari sisi kasus Covid-19.

Baca Juga: IHSG diprediksi bergerak sideways, saham ini bisa dipilih untuk Senin (28/6)

Darma juga melihat bahwa investor masih akan masuk ke tenor pendek di bawah 10 tahun. Hal ini menurutnya karena investor mencari alternatif investasi walaupun pasar tidak dalam keadaan bullish di Sukuk dan obligasi pemerintah.

“Tetapi mereka minimize volatilitas risikonya dari durasi yang pendek, yang kurang dari lima tahun,” pungkas Darma.

Selanjutnya: Nilai kapitalisasi pasar bursa naik 0,28% dalam sepekan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi