Investor Emas dan Perak: Waspada Koreksi, Ini Peluang Beli Terbaik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas dan perak melonjak ke level tertinggi baru pada Senin (19/1/2026), seiring investor berbondong-bondong masuk ke aset safe haven setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif tambahan terhadap negara-negara Eropa terkait kendali atas Greenland.

Harga emas spot melesat 1,6% menjadi US$ 4.666,11 per ons pada pukul 05.51 GMT, setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di level US$ 4.689,39. Sementara itu, emas berjangka AS untuk pengiriman Februari naik 1,7% ke US$ 4.671,90 per ons.

Pada Sabtu lalu, Trump berjanji akan menerapkan gelombang tarif yang terus meningkat terhadap sekutu-sekutu Eropa hingga Amerika Serikat diizinkan membeli Greenland, memperuncing perselisihan mengenai masa depan pulau Arktik luas milik Denmark tersebut.


Para duta besar Uni Eropa tengah menyiapkan langkah balasan jika tarif tersebut benar-benar diberlakukan, demikian disampaikan para diplomat UE.

Baca Juga: Harga Emas dan Perak Cetak Rekor Senin (19/1), Trump Ancam Tarif Eropa soal Greenland

“Ketegangan geopolitik telah memberi para pemburu keuntungan emas alasan tambahan untuk mendorong logam mulia ini ke level tertinggi baru,” ujar analis senior StoneX, Matt Simpson.

“Dengan Trump memasukkan tarif ke dalam persamaan, jelas bahwa ancamannya terkait Greenland itu nyata, dan kita bisa semakin dekat pada akhir NATO serta ketidakseimbangan politik di Eropa,” tambahnya.

Kontrak berjangka saham AS dan dolar AS melemah, seiring ancaman tarif terbaru Trump meningkatkan minat investor terhadap aset aman seperti emas, yen Jepang, dan franc Swiss, dalam gelombang penghindaran risiko yang meluas di pasar global.

Harga perak spot melonjak 3,6% menjadi US$ 93,15 per ons, setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi di US$ 94,08.

“Untuk perak, narasi jangka menengah masih tetap konstruktif, didukung oleh defisit fisik yang persisten, permintaan industri yang tangguh, serta permintaan safe haven,” kata Christopher Wong, ahli strategi di OCBC.

Baca Juga: Harga Emas Terkoreksi: Data AS dan Meredanya Tensi Geopolitik Tekan Permintaan

“Namun, laju kenaikan terbaru ini mungkin memerlukan kehati-hatian taktis dalam jangka pendek,” ujarnya, seraya mencatat bahwa rasio emas-perak turun tajam dari level hampir 105 pada akhir 2025 ke kisaran 50-an, yang menandakan kinerja perak jauh melampaui emas.

Analis J.P. Morgan menyatakan bahwa mereka lebih memprioritaskan emas dibandingkan perak, karena setiap koreksi tajam pada perak berpotensi menular ke emas dalam jangka pendek. Meski demikian, kondisi tersebut tetap dianggap sebagai peluang beli emas, yang dinilai memiliki struktur tren bullish yang lebih bersih dan solid.

Untuk logam mulia lainnya, harga platinum spot naik 0,6% menjadi US$ 2.341,08 per ons, sementara palladium menguat 0,1% ke level US$ 1.801,87 per ons.

Selanjutnya: Satu Jasad Korban Pesawat IAT Ditemukan di Gunung Bulusaraung

Menarik Dibaca: Ancaman Kebocoran Data Instagram, Waspada Email Reset Password Palsu