KONTAN.CO.ID - BEIJING. Setelah lama diperlakukan bak anak tiri pasar global, aset-aset China perlahan kembali naik panggung. Memasuki awal 2026, investor global mulai meningkatkan eksposur ke saham dan mata uang Negeri Tirai Bambu. Di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, China kembali diposisikan sebagai peluang meski belum sepenuhnya bebas dari risiko. Melansir Bloomberg (14/1), sejumlah raksasa investasi global, mulai dari Goldman Sachs hingga Bernstein Societe Generale, kompak menaikkan pandangan mereka terhadap pasar saham China. Alasan utamanya terdengar klasik yakni valuasi murah, dukungan kebijakan pemerintah, dan prospek laba yang dinilai mulai membaik. Momentum ini diperkuat oleh penguatan yuan yang akhirnya menembus level psikologis 7 per dolar AS. Bahkan, sebagian pelaku pasar mulai berani memasang target agresif, hingga ke kisaran 6,25 per dolar. Citigroup, BNP Paribas Asset Management, dan Bank of America termasuk yang masuk barisan optimistis.
Investor Global Kembali Melirik Bursa Saham China
KONTAN.CO.ID - BEIJING. Setelah lama diperlakukan bak anak tiri pasar global, aset-aset China perlahan kembali naik panggung. Memasuki awal 2026, investor global mulai meningkatkan eksposur ke saham dan mata uang Negeri Tirai Bambu. Di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, China kembali diposisikan sebagai peluang meski belum sepenuhnya bebas dari risiko. Melansir Bloomberg (14/1), sejumlah raksasa investasi global, mulai dari Goldman Sachs hingga Bernstein Societe Generale, kompak menaikkan pandangan mereka terhadap pasar saham China. Alasan utamanya terdengar klasik yakni valuasi murah, dukungan kebijakan pemerintah, dan prospek laba yang dinilai mulai membaik. Momentum ini diperkuat oleh penguatan yuan yang akhirnya menembus level psikologis 7 per dolar AS. Bahkan, sebagian pelaku pasar mulai berani memasang target agresif, hingga ke kisaran 6,25 per dolar. Citigroup, BNP Paribas Asset Management, dan Bank of America termasuk yang masuk barisan optimistis.
TAG: