Investor institusi berburu obligasi korporasi



JAKARTA. Penjualan obligasi korporasi di akhir tahun laris manis. Permintaan instrumen pendapatan tetap ini masih tinggi menjelang tutup tahun.

Sebut saja, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang menawarkan obligasi senilai Rp 500 miliar. "Dari penawaran Rp 500 miliar, permintaan yang masuk mencapai Rp 1,2 triliun," jelas Sekretaris Perusahaan MAPI, Fetty Kwartati, Rabu (12/12).

Obligasi ini terdiri atas dua seri, yaitu seri A bertenor tiga tahun dan seri B bertenor lima tahun. MAPI menawarkan kupon masing-masing 7,95% dan 8,45%. "Sambutan obligasi MAPI bagus, oversubscribed dua kali," ujar Executive Vice President Corporate Communication Mandiri Sekuritas, Febriati Nadira. Mandiri Sekuritas adalah penjamin emisi obligasi MAPI.


Fetty merinci, investor yang berminat lebih banyak berasal dari institusi. Investor tersebut meliputi asuransi, dana pensiun, dan perbankan. Ia tidak melihat adanya investor ritel yang masuk ke dalam penawaran ini. Dengan rating AA- yang diperoleh dari Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), obligasi ini masih menarik bagi investor.

Meski permintaan tidak sampai berlebih, obligasi PT Modernland Realty Tbk (MDLN) laku hingga angka maksimal Rp 500 miliar. "Penawaran awalnya sudah selesai. Kami baru menyerahkan kelengkapan dokumen berserta sindikasi kepada Bapepam-LK," kata Djoko Joelijanto, Presiden Direktur PT Minna Padi Investama, penjamin emisi obligasi MDLN. Djoko menambahkan, obligasi perusahaan properti ini diserap 100%.

Obligasi Modernland Realty terdiri atas dua seri, yaitu seri A bertenor tiga tahun dan seri B bertenor lima tahun. MDLN menawarkan kupon masing-masing tenor 10,75% dan 11%. Obligasi yang ditawarkan pada periode 30 November hingga 4 Desember 2012 ini mengantongi peringkat A- dari Pefindo.

Djoko bilang, obligasi ini lebih banyak diserap oleh investor seperti aset manajemen. Selanjutnya, penawaran umum obligasi ini akan dilakukan pada 18-20 Desember 2012. Pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditargetkan pada 28 Desember 2012.

PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) juga tengah menunggu hasil penawaran awal obligasi. Raharjo Adisusanto, Presiden Direktur SMF mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil penghitungan penawaran yang masuk. Sebab, kemarin, merupakan hari terakhir penawaran awal obligasi SMF dengan total Rp 750 miliar. "Ternyata di akhir tahun, investor masih menunjukkan minat yang besar terhadap obligasi. Ini sangat positif," ujar Raharjo.

Raharjo belum bisa menyebutkan tingkat kupon obligasi yang terdiri atas seri A, B, dan C itu. Namun, ia menegaskan bahwa permintaan investor sudah melebihi target Rp 750 miliar. Investor yang berminat adalah investor institusi seperti perbankan, dana pensiun, dan asuransi. Adapun rating obligasi ini adalah AA dari Pefindo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati