Investor Kelas Dunia Ramaikan IPO Rusal



HONG KONG. United Company Rusal sepertinya tidak kesulitan mencari dana dari lantai bursa. Sejumlah nama tenar di jagat investasi disebut-sebut berniat membeli saham Rusal saat initial public offering (IPO) di bursa saham Hong Kong.

Yang sudah memastikan akan membeli saham Rusal adalah perusahaan investasi milik Nathaniel Philip Rothschild, pemegang saham Bank Rothschild sekaligus Wakil Presiden Direktur Atticus Capital LP, perusahaan hedge fund yang berpusat di New York, Amerika Serikat (AS).

Menurut sumber anonim yang dikutip Bloomberg, Rothschild akan mengucurkan dana US$ 2 miliar untuk membeli saham Rusal. Belum diketahui berapa persen saham Rusal yang akan dibeli Rothschild ini.


Dalam IPO ini, Rusal berencana melepas 10% sahamnya. Rusal akan menggunakan hasil IPO untuk menuntaskan proses restrukturisasi utang yang nilai totalnya US$ 17 miliar.

Rusal menunjuk Credit Suisse Group AG dan BNP Paribas SA sebagai pemimpin penyelenggara IPO. Tim IPO Rusal juga beranggotakan Bank of China International (BOCI) dan VTB Group.

Untung US$ 505 juta

Sumber tadi menyebutkan, Dewan Komisaris Rusal telah menyetujui nilai saham yang akan dijual berkisar US$ 16 miliar–US$ 22 miliar. Namun, pelaksana IPO Rusal, BOCI, mengatakan bahwa nilai saham Rusal saat ini berkisar US$ 21,1 miliar–US$ 26,7 miliar. "Tahun lalu, Rusal merugi US$ 5,95 miliar. Tapi, di tahun ini Rusal bisa mencetak laba US$ 505 juta," ujar seorang sumber di BOCI.

Paulson & Co, perusahaan hedge fund milik triliuner asal AS, John Paulson, juga menyatakan niat membeli Rusal. Nama lain yang disebut sebagai calon investor Rusal adalah BlackRock Inc, pengelola aset terbesar di dunia.

Sejumlah kendaraan investasi milik Pemerintah Rusia juga disebut-sebut tertarik membeli saham produsen aluminium milik Oleg Deripaska, konglomerat Rusia tersebut. Pada November 2009 lalu, Alexei Kudrin, Menteri Keuangan Rusia, mengungkapkan bahwa Vnesheconombank (VEB), bank pembangunan milik pemerintah, bersedia membeli 3% saham Rusal. "Kemungkinan kami membeli 3% saham Rusal," kata Kudrin, yang juga berstatus anggota Dewan Pengawas VEB.

Kantor berita Rusia, RIA Novosti, awal Desember lalu, mengutip pernyataan Arkady Dvorkovich, Kepala Staf Ekonomi Presiden Rusia, Dmitry Medvedev. Dvorkovich bilang, untuk membeli 3% saham Rusal, VEB akan membentuk konsorsium dengan dua bank besar lain milik Pemerintah Rusia, yakni OAO Sberbank dan VTB.

Sejumlah analis menyambut baik minat para investor kakap membeli saham Rusal. "Minat investor sekaliber itu jelas membantu Rusal. Yang penting, Rusal bisa meyakinkan calon investor bahwa rencana IPO itu untuk jangka panjang, dan bukan hanya mencari keuntungan sesaat," kata Kenny Tang, analis di Redford Securities Co di Hong Kong.