Investor Kripto Wajib Cermati Empat Sentimen Ini pada Kuartal IV-2026



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pasar kripto memasuki kuartal IV-2026 dengan prospek yang cenderung positif, meski masih dibayangi potensi volatilitas setelah reli Bitcoin pada kuartal III-2026.

Melansir CoinMarketCap pada Rabu (7/10/2026) pukul 15.26 WIB harga Bitcoin bertengger di level US$ 83.997. Nilai tersebut melemah 2,1% secara harian, tapi masih mencatatkan kenaikan 1% sepekan terakhir.

Selain itu, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar US$ 1,68 triliun dengan harga sekitar US$ 83.553 pada 30 September 2026. 


Baca Juga: CPO Topang Pertumbuhan Bea Keluar September 2026, Ini Respon Cisadane Sawit (CSRA)

Memasuki kuartal IV-2026, Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan investor perlu melihat perkembangan pasar kripto dalam konteks ekonomi yang lebih luas. Ia mencatat sejumlah faktor yang dapat memengaruhi pergerakan aset kripto hingga akhir tahun.

Pertama, kata Ryan, kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu faktor utama yang perlu diperhatikan investor. Pada September 2026, Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%–4,00%, sembari menyoroti inflasi yang masih tinggi dan meningkatnya ketidakpastian ekonomi.

"Perubahan suku bunga, inflasi, imbal hasil obligasi, serta kondisi likuiditas global dapat memengaruhi preferensi investor terhadap aset berisiko, termasuk aset kripto," terang Ryan dalam keterangannya, Rabu (7/10/2026).

Kedua, investor perlu mencermati arus dana melalui ETF Bitcoin spot di AS. Hal ini juga menjadi indikator yang dapat digunakan untuk melihat minat investor institusional terhadap Bitcoin.

Data Farside Investors menunjukkan arus ETF Bitcoin spot AS masih bergerak dinamis pada akhir September hingga awal Oktober, dengan periode inflow dan outflow yang cukup besar. Sementara itu, The Block mencatat ETF Bitcoin spot AS membukukan net inflow sekitar US$ 2,65 miliar sepanjang September.

"Arus dana institusional dapat memberikan gambaran mengenai tingkat minat pasar, tetapi angka inflow atau outflow sebaiknya tidak dilihat secara terpisah," imbuhnya.

Ketiga, knerja reli Bitcoin pada kuartal III juga menjadi faktor yang perlu dicermati. Dicatatnya, harga Bitcoin sudah naik sekitar 43% sepanjang kuartal III-2026.

Kenaikan yang cukup signifikan tersebut berpotensi mendorong sebagian pelaku pasar merealisasikan keuntungan atau profit-taking. Kondisi itu tentunya juga dapat meningkatkan volatilitas, terutama apabila terjadi perubahan sentimen di pasar global.

Kemudian yang keempat ialah, perkembangan altcoin dan regulasi aset kripto di AS juga menjadi perhatian pada kuartal IV. Pelaku pasar melihat altcoin berpeluang menguat mengikuti pergerakan Bitcoin dan membuka peluang terjadinya mini altseason. Namun, potensi koreksi tetap perlu diantisipasi.

Menurut Ryan sejumlah regulasi yang dapat memengaruhi arah pasar kripto antara lain perkembangan dan persetujuan CLARITY Act di Senat AS dan persetujuan Bitcoin Reserve Act di AS.

Dengan kombinasi di atas, maka sentimen pasar kripto pada kuartal IV-2026 dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor secara bersamaan. 

Karena itu, investor perlu mempertimbangkan kondisi pasar, karakteristik instrumen, serta profil dan toleransi risiko masing-masing dalam mengambil keputusan. Ryan menambahkan, investor perlu menjaga pendekatan yang disiplin ketika menghadapi dinamika pasar pada kuartal terakhir tahun ini.

"Sentimen pasar kripto pada kuartal IV-2026 masih cukup positif setelah Bitcoin mencatat penguatan pada kuartal III. Namun, kenaikan tersebut perlu dicermati karena pasar dapat memasuki fase konsolidasi atau koreksi setelah mengalami reli," pungkas Ryan. 

Baca Juga: Marketing Sales PANI Tumbuh 66%, Tapi Target Rp 4,3 Triliun Dinilai Masih Menantang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News