KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Proyeksi tren kenaikan suku bunga acuan berpotensi membuat investor memilih instrumen surat utang berdurasi lebih pendek untuk meminimalisir risiko. Para analis memproyeksikan medium term notes (MTN) berdurasi pendek juga ikut dilirik investor. Penerbitan MTN di 2022 pun diproyeksikan lebih tinggi jika dibandingkan dengan 2021. Berdasarkan data yang dihimpun PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), di sepanjang 2021 penerbitan MTN denominasi rupiah mencapai Rp 5,58 triliun. Sementara, penerbitan MTN denominasi dollar AS mencapai US$ 10 juta. Senior Economist Samuel Sekuritas Fikri C. Permana memproyeksikan penerbitan MTN tahun ini bisa lebih tinggi daripada tahun lalu karena jumlah surat utang korporasi yang jatuh tempo di 2022 mencapai Rp 150,9 triliun. "Kebutuhan refinancing akan turut mendorong penerbitan MTN di tahun ini," kata Fikri, Rabu (19/1).
Investor Lebih Melirik Durasi Pendek Pada MTN di Tahun Ini
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Proyeksi tren kenaikan suku bunga acuan berpotensi membuat investor memilih instrumen surat utang berdurasi lebih pendek untuk meminimalisir risiko. Para analis memproyeksikan medium term notes (MTN) berdurasi pendek juga ikut dilirik investor. Penerbitan MTN di 2022 pun diproyeksikan lebih tinggi jika dibandingkan dengan 2021. Berdasarkan data yang dihimpun PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), di sepanjang 2021 penerbitan MTN denominasi rupiah mencapai Rp 5,58 triliun. Sementara, penerbitan MTN denominasi dollar AS mencapai US$ 10 juta. Senior Economist Samuel Sekuritas Fikri C. Permana memproyeksikan penerbitan MTN tahun ini bisa lebih tinggi daripada tahun lalu karena jumlah surat utang korporasi yang jatuh tempo di 2022 mencapai Rp 150,9 triliun. "Kebutuhan refinancing akan turut mendorong penerbitan MTN di tahun ini," kata Fikri, Rabu (19/1).