Investor Lokal Tadah Saham Bank Besar Saat Asing Keluar, Cek Rekomendasi Analis



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kepemilikan investor domestik di saham perbankan berkapitalisasi besar kian menguat, menutup ruang yang ditinggalkan investor asing. 

Tren ini terlihat jelas di tengah arus keluar dana asing yang masih berlanjut dan sikap wait and see investor global.

Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 30 Januari 2026 menunjukkan jumlah investor domestik di PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) meningkat 55,78% secara tahunan. 


Kenaikan serupa juga terjadi di saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebanyak 27,69%, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) 21,09%, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar 12,17%.

Baca Juga: Saham Bank Swasta Lapis Kedua Tampak Lebih Tangguh, Cek Rekomendasi Analis

Bukan hanya jumlah investornya, porsi saham yang digenggam investor individu lokal juga melonjak. Kepemilikan di BMRI mencapai 4,38 miliar saham atau naik 108,6% yoy. 

Di BBCA bertambah 65,18% menjadi 8,76 miliar saham, BBRI naik 26,27% menjadi 12,36 miliar saham, sementara BBNI relatif stabil naik 2,33% menjadi 2,35 miliar saham.

Sebaliknya, kepemilikan asing menyusut di seluruh bank besar. Saham BBCA di tangan investor asing turun 10,41% yoy, BBNI berkurang 11,28%, BMRI turun 11,94%, dan BBRI berkurang 6,20%.

 
BBCA Chart by TradingView

Founder Republik Investor Hendra Wardana menilai, pergeseran ini menegaskan peran investor lokal sebagai penopang utama saham bank jumbo. 

Baca Juga: Saham Bank Besar Mulai Bangkit di Awal Desember, Peluang Window Dressing Terbuka?

“Valuasi masih menarik, fundamental kuat, dan likuiditas domestik besar,” ujarnya, Senin (23/2/2026). 

Menurut dia, kebutuhan institusi lokal akan imbal hasil di atas obligasi dengan risiko terukur membuat saham bank besar menjadi pilihan.