KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar saham China mengalami tekanan hebat pada Jumat (18/7) setelah investor ramai-ramai mengurangi posisi investasi berbasis utang (leveraged positions). Aksi deleveraging ini menjadi yang tercepat sejak kejatuhan pasar pada 2015–2016, dipicu kekhawatiran bahwa reli saham bertema kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) telah melaju terlalu tinggi dan rentan mengalami koreksi. Data Bloomberg (20/7), menunjukkan nilai pinjaman untuk pembelian saham (margin financing) di bursa Shanghai dan Shenzhen turun 2,8% menjadi 2,75 triliun yuan atau sekitar US$ 405 miliar pada Jumat. Penurunan tersebut merupakan yang terbesar sejak Januari 2016. Saldo pembiayaan margin selama ini menjadi salah satu indikator utama untuk mengukur tingkat keberanian investor mengambil risiko. Aksi pengurangan leverage tersebut berlangsung bersamaan dengan anjloknya indeks saham utama di China. Indeks Star 50 yang berisi saham-saham teknologi merosot lebih dari 7%, sedangkan CSI 300 melemah 3,6%. Selain aksi ambil untung, pelaku pasar juga cenderung berhati-hati menjelang penawaran saham perdana (IPO) raksasa oleh CXMT Corp.
Investor Pangkas Leverage, Bursa China Bergejolak
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar saham China mengalami tekanan hebat pada Jumat (18/7) setelah investor ramai-ramai mengurangi posisi investasi berbasis utang (leveraged positions). Aksi deleveraging ini menjadi yang tercepat sejak kejatuhan pasar pada 2015–2016, dipicu kekhawatiran bahwa reli saham bertema kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) telah melaju terlalu tinggi dan rentan mengalami koreksi. Data Bloomberg (20/7), menunjukkan nilai pinjaman untuk pembelian saham (margin financing) di bursa Shanghai dan Shenzhen turun 2,8% menjadi 2,75 triliun yuan atau sekitar US$ 405 miliar pada Jumat. Penurunan tersebut merupakan yang terbesar sejak Januari 2016. Saldo pembiayaan margin selama ini menjadi salah satu indikator utama untuk mengukur tingkat keberanian investor mengambil risiko. Aksi pengurangan leverage tersebut berlangsung bersamaan dengan anjloknya indeks saham utama di China. Indeks Star 50 yang berisi saham-saham teknologi merosot lebih dari 7%, sedangkan CSI 300 melemah 3,6%. Selain aksi ambil untung, pelaku pasar juga cenderung berhati-hati menjelang penawaran saham perdana (IPO) raksasa oleh CXMT Corp.
TAG: