KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan jumlah investor pasar modal Indonesia terus berlanjut. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, jumlah investor mencapai 31,63 juta
Single Investor Identification (SID) per 15 September 2026. Jumlah tersebut bertambah lebih dari 11,28 juta investor sepanjang tahun berjalan atau tumbuh sekitar 55,45% dibandingkan posisi akhir 2025. Di tengah pertumbuhan tersebut, edukasi mengenai instrumen investasi dan pengelolaan risiko menjadi perhatian, terutama bagi investor ritel dan generasi muda yang semakin aktif masuk ke pasar modal.
Baca Juga: Resource Alam Indonesia (KKGI) Bagikan Dividen Rp97,47 Miliar, Simak Jadwalnya Platform investasi digital Ajaib, misalnya, menjadi mitra edukasi dalam program Sekolah Pasar Modal yang digelar BEI di Surabaya. Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 50 peserta yang mayoritas berasal dari kelompok usia muda. Salah satu materi yang diberikan adalah pengenalan
Exchange Traded Fund (ETF), mulai dari karakteristik instrumen, mekanisme transaksi hingga pengelolaan risiko investasi. Financial Expert Ajaib Ratih Mustikoningsih mengatakan, ETF menjadi salah satu instrumen yang dapat dipertimbangkan investor pemula karena menawarkan kemudahan transaksi serta diversifikasi melalui aset yang mendasarinya. “ETF kini menjadi salah satu instrumen yang makin diminati karena risikonya lebih terukur dan likuiditasnya baik, sehingga cocok untuk investor pemula,” kata Ratih dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).
Baca Juga: IHSG Terkoreksi 0,88% ke 6.381, Top Losers LQ45: MBMA, ADMR, EXCL, Senin (21/9) Ketertarikan terhadap instrumen pasar modal juga terlihat dari dominasi investor berusia muda. Berdasarkan data BEI per Juli 2026, investor individu saham berusia di bawah 30 tahun mencapai 53,85% dari total investor ekuitas domestik. Besarnya proporsi tersebut menunjukkan peran kelompok usia muda dalam pertumbuhan basis investor ritel di Indonesia. Namun, peningkatan jumlah investor juga perlu diikuti pemahaman yang memadai mengenai karakteristik produk, mekanisme transaksi, serta risiko investasi. AVP Digital Marketing & Branding Ajaib Azizah mengatakan, pertumbuhan investor pasar modal merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam memperluas akses dan edukasi. “Pertumbuhan investor di Indonesia pada tahun ini merupakan hasil dari kolaborasi banyak pihak, dan Ajaib bangga menjadi bagian dari perjalanan itu. Semakin banyak anak muda Surabaya yang berani mengambil langkah pertama berinvestasi, dan itu adalah kemenangan bersama untuk masa depan keuangan Indonesia,” ujar Azizah.
Baca Juga: Sentimen Eksternal Tekan Rupiah, Konflik Timur Tengah Jadi Perhatian Pasar Menurut Ajaib, semakin beragamnya instrumen investasi membuat literasi menjadi faktor penting bagi investor baru.
Pemahaman mengenai risiko dan mekanisme produk diperlukan agar keputusan investasi tidak semata didorong oleh kemudahan akses ke pasar modal. Kegiatan edukasi di Surabaya merupakan bagian dari rangkaian program literasi pasar modal yang dilakukan Ajaib di sejumlah daerah, antara lain Bangka, Bandung, Malang, Yogyakarta, dan Nusa Tenggara Barat. Program tersebut diarahkan untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai pasar modal sekaligus mendorong investor baru agar memiliki pengetahuan yang memadai sebelum melakukan investasi. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News