JAKARTA. Salah satu kenikmatan investor langsung nyemplung berinvestasi ke saham adalah mencicipi lezatnya dividen. Nah, indikator besarnya dividen terlihat dari laba bersih per saham alias earning per share (EPS). Berdasarkan data kompilasi laporan keuangan tahun lalu, investor saham bank bisa nyengir lebar. Rata-rata, 10 emiten bank terbesar di Indonesia memberi laba Rp 379,52 per saham. Emiten lain, seperti pertanian memberi EPS Rp 120,13, sementara saham emiten consumer goods hanya memberi laba Rp 68,71 per saham. Bahkan EPS emiten pertambangan minus Rp 32,54. Artinya, investor yang memiliki 1 juta saham emiten tambang, dia merugi sekitar Rp 32,54 juta.
Investor perbankan berpesta laba besar
JAKARTA. Salah satu kenikmatan investor langsung nyemplung berinvestasi ke saham adalah mencicipi lezatnya dividen. Nah, indikator besarnya dividen terlihat dari laba bersih per saham alias earning per share (EPS). Berdasarkan data kompilasi laporan keuangan tahun lalu, investor saham bank bisa nyengir lebar. Rata-rata, 10 emiten bank terbesar di Indonesia memberi laba Rp 379,52 per saham. Emiten lain, seperti pertanian memberi EPS Rp 120,13, sementara saham emiten consumer goods hanya memberi laba Rp 68,71 per saham. Bahkan EPS emiten pertambangan minus Rp 32,54. Artinya, investor yang memiliki 1 juta saham emiten tambang, dia merugi sekitar Rp 32,54 juta.