Investor pilih wait and see, tahun politik dinilai jadi tantangan bagi bank kecil



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Likuiditas yang diprediksi masih akan ketat, ditambah gelaran pemilihan umum akan jadi tantangan bagi perbankan. Terutama bagi bank cilik di kategori Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) I dan II.

"Terutama adanya pemilihan umum, dimana investor masih akan wait and see. Kemudian terkait juga persaingan dengan BUKU III dan IV. Dua hal tersebut akan jadi tantangan perseroan di tahun ini," kata Direktur Utama PT Bank Mayora Irfanto Oeij kepada Kontan.co.id pekan lalu.

Makanya tahun ini, Mayora tak pasang target muluk-muluk. Irfanto bilang pertumbuhan kredit tahun ini dipatok mencapai 12,5%. Sementara pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) ditarget mencapai 8,66%.


Dalam laporan keuangan Januari 2019, Mayora sendiri telah menyalurkan kredit senilai Rp 3,82 triliun, tumbuh 6,11% (yoy) dibandingkan Januari 2017. Dengan pertumbuhan DPK sebesar 0,22% di Januari 2019 senilai Rp 4,43 triliun.

Meski demikian, target tersebut sejatinya cukup optimistis dibandingkan capaian perseroan pada 2018 lalu. Dari laporan keuangan Desember 2018, Mayora telah menyalurkan kredit senilai Rp 4,00 triliun, tumbuh 2,82% (yoy) dibandingkan Desember 2017 senilai Rp 3,89 triliun.

Sementara posisi DPK pada periode yang sama senilai Rp 4,65 triliun, tumbuh 0,86% (yoy) dibandingkan Desember 2017 senilai Rp 4,61 triliun.

"Kinerja perseroan sepanjang tahun 2018 cukup stabil meskipun belum maksimal karena kondisi ekonomi indonesia yang masih banyak kendala serta ketidakpastian ekonomi global," lanjut Irfanto.

Setali tiga uang, hal senada juga turut dinyatakan Direktur Keuangan PT Bank Sahabat Sampoerna Henky Suryaputra. Ia menilai ketakpastian ekonomi di tahun politik akan jadi tantangan yang harus dihadapi perusahaannya pada 2019 ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi