KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah pelaku di industri urun dana atau
securities crowdfunding (SCF)
melihat peluang investasi baru di tengah kondisi pasar yang volatil dan sikap investor yang makin selektif. Sepanjang tahun 2026 ini, sektor F&B masih diminati banyak investor karena memiliki profil bisnis dan produk yang jelas serta mudah dipahami. Kendati begitu, sejumlah pemain SCF menyebutkan bahwa para investor sekarang mulai melirik sektor transisi energi, terutama infrastruktur kendaraan listrik (
electric vehicle/EV).
Baca Juga: Kembangkan Layanan Wealth Management, BRI Private Raih Penghargaan Internasional Salah satunya pemain, PT Dana Aguna Nusantara atau Danamart mengatakan bahwa sektor pendukung transisi energi mulai menarik minat investor di platform mereka. Menurut
Head of Marketing Danamart, Cindera Hegawan pertumbuhan minat ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan akan penguatan ekosistem energi bersih di Indonesia. Di bulan Juni 2026, Danamart sendiri telah menghadirkan proyek infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) atau EV
charging infrastructure. "Proyek pendukung transisi energi mulai mendapat tempat dalam pertimbangan investor, terutama untuk proyek yang memiliki struktur mendalam,
underlying, dan kebutuhan riil yang jelas," jelasnya saat dihubungi kontan, Jumat (26/6/26). Selain itu, PT Investasi Digital Nusantara atau Bizhare juga mengatakan bahwa infrastruktur kendaraan listrik, terutama fasilitas SWAP Station
untuk motor listrik kian diminati investor. "Sektor ini menarik karena memiliki eksposur pada tren pertumbuhan kendaraan listrik, kebutuhan infrastruktur B2B, serta potensi
recurring revenue berbasis pengguna," jelas CEO Bizhare, Heinrich Vincent pada Senin (29/6/26). Bizhare mencatat, proyek SWAP Station yang telah ditawarkan dalam lima batch dengan nilai pendanaan sekitar Rp1,3 miliar sepanjang 2026. Selain itu, proyek SWAP Station Batch 1 mencatat
annualized yield di atas target, dengan rata-rata mencapai 70% per tahun.
Ke depannya, infrastruktur kendaraan EV terutama
battery swapping station menjadi salah satu sektor yang mulai menarik investor.
Baca Juga: Zurich Catat Jumlah Nasabah Usia 25-40 Tahun Naik Hampir 10% hingga Mei 2026 Menurut Heinrich, ketertarikan ini didorong oleh meningkatnya adopsi kendaraan EV, kebutuhan infrastruktur penukaran baterai, dan peluang pertumbuhan ekosistem
ride-hailing dan mobilitas berbasis listrik. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News