Investor Singapura Masuk ke Proyek Smelter Nikel Vale Indonesia (INCO)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investor asal Singapura melakukan penyertaan modal ke proyek smelter nikel milik PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Adalah PT Huaqi (Singapore) Pte. Ltd yang melakukan penyertaan modal ke PT Kolaka Nickel Indonesia. Transaksi dilakukan pada 9 Maret 2023.

Transaksi ini merupakan kelanjutan dari penandatanganan akta perubahan dan pernyataan kembali sehubungan dengan perjanjian kerja sama definitif dengan Zhejiang Huayou Cobalt Co. Ltd tertanggal 27 Februari 2023, di mana INCO juga menandatangani Perjanjian usaha patungan dan perjanjian pengambilan bagian saham dengan Huaqi.

Dalam keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia, Senin (13/3), Sekretaris Perusahaan Vale Indonesia Filia Alanda menyebutkan, Huaqi telah mengambil bagian secara penuh atas penerbitan 764.000 saham baru di Kolaka Nickel Indonesia.


Dengan demikian, Huaqi memegang 764.000 saham di Kolaka Nickel Indonesia dengan nominal seluruhnya sebesar Rp 764 miliar. Sementara INCO mengempit 191.000 saham dengan nominal Rp 191 miliar.

Baca Juga: Bakal Ada Subsidi Kendaraan Listrik, Begini Respons Vale Indonesia (INCO)

Filia mengatakan, transaksi ini bukan merupakan transaksi material serta bukan merupakan transaksi afiliasi berdasarkan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sebagai gambaran, Kolaka Nickel Indonesia akan menjadi perusahaan pelaksana proyek pabrik pengolahan (smelter) nikel di Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari