JAKARTA. Investor tambang asal Australia PT Paramindo mengalami kerugian hingga US$ 15 juta terkait pembelian saham kepemilikan tambang emas di Cianjur, Jawa Barat. Tambang yang terletak di desa Karya Mukti itu memiliki potensi emas hingga 600.000 ons. Presiden Direktur PT Paramindo, Dicky Jahja menuturkan, tambang emas tersebut memiliki luas hingga 2.410 hektare (ha). "Kami sudah melakukan eksplorasi untuk membuktikan potensi itu. Sekitar 20% yang sudah dieksplorasi," pungkasnya di Jakarta, Kamis (27/10). Henry Dunant Simanjuntak, Kuasa hukum Paramindo, mengisahkan kliennya membeli kepemilikan saham mayoritas atau sebesar 85% PT Cikondang Kancana Prima (CKP) senilai US$ 5 juta.
Investor tambang Australia rugi US$ 15 juta
JAKARTA. Investor tambang asal Australia PT Paramindo mengalami kerugian hingga US$ 15 juta terkait pembelian saham kepemilikan tambang emas di Cianjur, Jawa Barat. Tambang yang terletak di desa Karya Mukti itu memiliki potensi emas hingga 600.000 ons. Presiden Direktur PT Paramindo, Dicky Jahja menuturkan, tambang emas tersebut memiliki luas hingga 2.410 hektare (ha). "Kami sudah melakukan eksplorasi untuk membuktikan potensi itu. Sekitar 20% yang sudah dieksplorasi," pungkasnya di Jakarta, Kamis (27/10). Henry Dunant Simanjuntak, Kuasa hukum Paramindo, mengisahkan kliennya membeli kepemilikan saham mayoritas atau sebesar 85% PT Cikondang Kancana Prima (CKP) senilai US$ 5 juta.