Investor Tembus 17,67 Juta Orang, Tingkat Adopsi Kripto di Indonesia Melonjak Tajam



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia memperkuat posisi sebagai pemain utama dalam industri kripto global. Adopsi kripto sebagai salah satu instrumen investasi telah melonjak tajam dalam waktu singkat.

Adopsi kripto di kawasan Asia telah mengalami perkembangan yang signifikan, terutama di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Hal ini tercermin dari peningkatan volume transaksi, daya beli, dan jumlah penduduk di wilayah tersebut.

Menurut laporan terbaru dari Chainalysis, tingkat adopsi kripto di Indonesia kini telah melonjak tajam ke posisi ke-7 dari peringkat 20 pada tahun 2022. Indonesia menjadi salah satu negara yang dinilai mengalami perkembangan aset kripto paling dinamis di dunia.


Baca Juga: Asosiasi dan OJK Jalin Kolaborasi Perkuat Perdagangan Kripto di Indonesia

CEO Tokocrypto Yudhono Rawis melihat, peningkatan adopsi kripto ini menjadi suatu bukti nyata tentang pertumbuhan aset kripto di Indonesia yang masih terus berjalan ke arah lebih baik walaupun pasar tengah lesu. Semakin tingginya adopsi kripto menunjukkan posisi Indonesia telah menjadi pemain utama dalam ekosistem kripto global.

“Salah satu faktor yang mendorong adopsi kripto di Indonesia adalah peningkatan pemahaman masyarakat tentang teknologi blockchain dan kripto. Pendidikan dan informasi yang lebih mudah diakses telah membantu orang-orang di Indonesia untuk lebih memahami manfaat dan potensi kripto,” ujar Yudho dalam siaran pers, Jumat (15/9).

Pertumbuhan pesat ekonomi digital, termasuk e-commerce dan fintech, juga telah membuka pintu bagi kripto sebagai salah satu alat pembayaran dan investasi.

Yudho melihat, jumlah investor kripto di Tanah Air terus meningkat, meski kondisi pasar sedang mengalami penurunan. Data dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) per Juli 2023 mencatat bahwa jumlah investor kripto di Indonesia telah mencapai 17,67 juta orang. Jumlah tersebut meningkat sebanyak 13 ribu orang atau naik 0,74% dibandingkan dengan bulan Juni 2023, yang sebelumnya mencapai 17,54 juta orang.

Ke depannya, Indonesia pun berpotensi untuk menjadi salah satu pusat utama dalam industri kripto di Asia Tenggara. Sebab jumlah investor kripto masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan populasi Indonesia sekitar 278 juta orang.

“Ini menciptakan peluang besar bagi Indonesia sebagai negara dengan bonus demografi yang sedang berlangsung dan penetrasi internet yang mencapai lebih dari 70%," terang Yudho.

Regulasi yang semakin jelas dan pemahaman pemerintah terhadap kripto turut membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat. Panduan yang lebih jelas tentang perdagangan kripto dapat mengurangi ketidakpastian dan mendorong lebih banyak orang untuk terlibat dalam ekosistem kripto dengan keyakinan.

Menurut Yudho, regulasi yang jelas merupakan fondasi utama untuk membangun ekosistem kripto yang kuat di Indonesia. Aset kripto di Indonesia sendiri sudah diakui sebagai komoditas yang sah, di mana pada tahun 2023 telah terdapat 501 aset kripto yang sah diperdagangkan di dalam negeri.

Baca Juga: Bukan Emas dan Kripto, Inilah Cara Warren Buffett Menjadi Kaya!

“Dengan upaya bersama dan komitmen yang kuat, Indonesia sepertinya akan terus memimpin dalam adopsi dan perkembangan kripto di masa depan," tutur Yudho.

Indonesia juga telah mencatat sejarah sebagai negara pertama yang memiliki ekosistem perdagangan kripto yang lengkap, mencakup investor, pedagang fisik aset kripto, bursa, depository, dan kliring. Keberadaan bursa kripto yang terkemuka di Indonesia menjadi kunci utama dalam membentuk iklim investasi kripto yang sehat dan aman di dalam negeri.

Tokocrypto berharap kehadiran bursa kripto akan berdampak pada volume perdagangan kripto akan terus meningkat, sehingga membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi