KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Meningkatnya tensi geopolitik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) berpotensi memberi tekanan terhadap pasar keuangan Indonesia serta memicu arus keluar modal asing (capital outflow), terutama dari investor portofolio. Global Markets Economist Maybank Indonesia Myrdal Gunarto menilai kondisi geopolitik yang memanas membuat investor global cenderung menghindari aset berisiko, termasuk di negara berkembang seperti Indonesia. “Tentu pressure-nya cukup kuat di pasar keuangan kita karena pasar keuangan kita statusnya adalah emerging market yang begitu rentan bagi investor global untuk melakukan aksi risk averse atau menghindari risiko saat kondisi kurang kondusif secara global,” ujar Myrdal kepada Kontan, Selasa (2/3/2026).
Investor Waspada! Tensi Geopolitik Ancam Arus Modal Keluar
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Meningkatnya tensi geopolitik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) berpotensi memberi tekanan terhadap pasar keuangan Indonesia serta memicu arus keluar modal asing (capital outflow), terutama dari investor portofolio. Global Markets Economist Maybank Indonesia Myrdal Gunarto menilai kondisi geopolitik yang memanas membuat investor global cenderung menghindari aset berisiko, termasuk di negara berkembang seperti Indonesia. “Tentu pressure-nya cukup kuat di pasar keuangan kita karena pasar keuangan kita statusnya adalah emerging market yang begitu rentan bagi investor global untuk melakukan aksi risk averse atau menghindari risiko saat kondisi kurang kondusif secara global,” ujar Myrdal kepada Kontan, Selasa (2/3/2026).
TAG:
- Hot Money
- nilai tukar rupiah
- rupiah
- emerging market
- capital outflow
- Ekonomi Indonesia
- Sekuritas Rupiah Bank Indonesia
- Geopolitik Timur Tengah
- Myrdal Gunarto
- Surat Berharga Negara
- Pasar Keuangan Indonesia
- Pasar Saham Indonesia
- geopolitik Iran Israel
- investor portofolio
- risk averse
- dampak konflik Timur Tengah