Investree matangkan skema pinjaman syariah



JAKARTA. PT Investree Radhika Jaya, penyedia jasa peer to peer lending berbasis digital terus mematangkan rencana ekspansi mereka. Diantaranya masuk ke pasar pinjaman syariah hingga ekspansi ke negeri Vietnam.

Chief Executive Officer Investree Adrian Gunadi bilang untuk masuk ke segmen pinjaman syariah, saat ini pihaknya masih menunggu lampu hijau dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. "Dua minggu lalu sudah presentasi tinggal tunggu persetujuan," kata dia, Kamis (3/8).

Ia berharap langkah ini tak membutuhkan waktu terlalu lama. Dus, di akhir bulan ini Investree sudah bisa meluncurkan pilot project di pinjaman syariah.


Namun karena masih terbilang baru, ia mengaku belum memasang target khusus di pinjaman syariah ini. Segmen ini dinilai mulai bisa berlari kencang di tahun depan.

Yang pasti, ia menilai prospek pinjam meminjam online dengan prinsip syariah terbilang besar. Pasalnya saat ini saja, sudah ada calon peminjam maupun pemberi pinjaman yang sudah menanyakan produk yang berbasis syariah kepada Investree.

Selain itu, ia melanjutkan pihaknya masih menyiapkan rencana untuk membuka jasa pinjam meminjam secara online di Vietnam. Untuk rencana ini, perseroan bakal menggandeng mitra lokal yang lebih mengerti kondisi di pasar negara tersebut.

Rencananya, perusahaan patungan di Vietnam ini bisa beroperasi pada awal 2018 nanti.

Sebagai catatan, sampai bulan Juli kemarin perusahaannya sudah menyalurkan pinjaman sebesar Rp 190 miliar. Jumlah ini jauh lebih tinggi dari realisasi sepanjang tahun kemarin yang sebanyak Rp 53 miliar.

Sementara sampai tutup tahun nanti, perseroan menargetkan bisa menyalurkan pinjaman sebesar Rp 400 miliar. Artinya dalam tempo tujuh bulan, Investree merealisasikan 47,5% dari target tahunan yang dipasang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia