IORA sepakat meningkatkan infrastruktur digital



JAKARTA. Dunia usaha anggota Asosiasi Negara Lingkar Samudera Hindia (KTT IORA) menginginkan adanya peningkatan sektor infrastruktur digital dalam rangka meningkatkan konektivitas di kawasan Samudera Hindia.

"Pemerintahan-pemerintahan perlu memperkuat infrastruktur digital agar kawasan lebih kompetitif," kata Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani di Jakarta, Selasa (7/3).

Dia juga memaparkan, peningkatan daya saing kawasan Samudera Hindia merupakan hal yang penting dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif guna menyejahterakan warga.


Pemerintah RI melalui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo mengajak Australia untuk mengembangkan ekonomi digital yang potensinya sangat besar di Indonesia.

"Apa yang diusulkan Presiden Jokowi disambut baik PM Australia Malcolm Turnbull," kata Retno, di Sydney International Convention Center Australia, Minggu (26/2).

Menlu menyebutkan PM Turnbull bahkan mengusulkan perlu konferensi besar antara Indonesia dan Australia di Bandung.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel A Pangerapan mengatakan Kementeriannya terus meningkatkan jumlah kepemilikan sertifikat digital (tanda tangan digital).

Menurut Semuel di Jakarta, Rabu (22/2), sejak diluncurkan pada 2014 hingga saat ini telah terdapat 12 ribu sertifikat digital yang diterbitkan, dan akan terus dikembangkan dengan semakin luasnya penggunaan transaksi digital seiring perkembangan internet.

Berdasarkan survei APJII, pada 2006 baru 42 juta pengguna internet, sedangkan 2016 pengguna internet telah mencapai 132 juta, yang berarti peningkatannya tiga kali lipat, katanya.

Sementara itu CEO Go-Jek Nadiem Anwar Makarim ingin membangun sekolah bisnis berbasis digital di seluruh penjuru Indonesia khusus untuk anak-anak.

"Impian saya adalah bisa membuat sekolah bisnis digital untuk anak-anak, karena beberapa tahun ke depan dunia digital akan berpengaruh besar dalam ekonomi," kata Nadiem ketika menghadiri diskusi di Gedung Tempo, Jakarta, Senin (6/3).

Alasan Nadiem ingin membangun sekolah bisnis digital untuk anak-anak adalah karena masih banyak negara yang belum siap menghadapi perkembangan dunia digital, termasuk Indonesia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia