IPC Terminal Petikemas Optimalkan Layanan, Catat 850.000 TEUs Triwulan I-2026



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional tetap stabil pada triwulan I-2026, meski dihadapkan pada tekanan musiman Idul Fitri dan pembatasan angkutan barang.

Operator pelabuhan ini mencatat throughput 850.768 TEUs, tumbuh tipis 0,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 843.187 TEUs.

Kinerja ini menegaskan daya tahan operasional IPC TPK di tengah dinamika logistik nasional, terutama saat arus mudik dan pembatasan distribusi barang berlangsung. 


Baca Juga: Tumbuh 13,2%, IPC Terminal Petikemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs pada 2025

Perusahaan mengandalkan strategi percepatan bongkar muat sebelum pembatasan dan akselerasi distribusi setelahnya untuk menjaga kelancaran arus peti kemas. 

Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary, menegaskan strategi tersebut menjadi kunci. 

"Kami mengoptimalkan aktivitas bongkar muat sebelum pembatasan dan mempercepat arus barang setelahnya agar distribusi tetap lancar dan tidak terjadi penumpukan," ujarnya dalam siaran pers, Rabu (15/4/2026).

Meski secara bulanan Maret 2026 mencatat penurunan arus bongkar muat menjadi 250.352 TEUs dari 290.923 TEUs pada Maret 2025, tekanan tersebut tidak merata di semua segmen. 

Baca Juga: IPC Terminal Petikemas Catat Kinerja Tertinggi, Total Kapasitas Capai 3,6 Juta TEUs

Kinerja domestik justru menguat, dengan volume naik 3,5% menjadi 645.084 TEUs. Peningkatan ini mencerminkan kuatnya aktivitas distribusi dalam negeri, didorong konsumsi selama Ramadan dan Idul Fitri.

Sebaliknya, segmen internasional melemah. Volume peti kemas turun 6,4% dari 219.655 TEUs menjadi 205.684 TEUs. 

Penurunan ini dipengaruhi penyesuaian jadwal pelayaran global serta dinamika perdagangan lintas negara selama periode libur panjang.

Untuk menjaga kelancaran operasional, IPC TPK melakukan koordinasi intensif dengan regulator dan pemangku kepentingan terkait pengaturan angkutan barang selama Lebaran. 

Di saat yang sama, layanan terminal tetap beroperasi penuh 24 jam sehari dan 7 hari seminggu, memastikan arus logistik tetap berjalan di tengah lonjakan aktivitas.

Dari sisi wilayah, pertumbuhan tercatat merata di sejumlah area operasional. Area Tanjung Priok tumbuh 1%, Pontianak 1,6%, Panjang 2%, dan Teluk Bayur mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 5,3%. 

Baca Juga: IPC Terminal Petikemas Catat Pertumbuhan Kinerja 15,1% hingga Kuartal III-2025

Hal ini mencerminkan konsistensi kinerja IPC TPK dalam mengelola distribusi peti kemas di berbagai pelabuhan strategis.

Ke depan, perusahaan menargetkan penguatan sistem operasional berbasis data dan kolaborasi lintas pihak untuk menjaga efisiensi logistik nasional. 

"Momentum Lebaran menjadi pembelajaran untuk memperkuat sistem operasional yang lebih adaptif dan terintegrasi," kata Pramestie.

IPC TPK merupakan operator terminal petikemas yang tergabung dalam subholding PT Pelindo Terminal Petikemas, dengan jaringan layanan terintegrasi di enam wilayah operasi utama di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News