IPCC harap arus kendaraan alat berat di semester II-2019 naik



KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) berharap di semester II 2019 ini kinerja keuangan membaik dengan meningkatnya jumlah kendaraan alat berat baik masuk maupun keluar melalui lapangan penampungannya.

Investor Relation IPCC Reza Priyambada menjelaskan di kuartal I 2019, kinerja operasional dari segi penampungan kendaraan CBU tumbuh. Hanya saja, kendaraan alat berat di periode tersebut turun.

“Itu kenapa kita hanya tumbuh 2% di kuartal I 2019,” katanya kepada Kontan.co.id pada Jumat (19/7). Sebagai informasi, pendapatan IPCC di kuartal I tahun ini sebesar Rp 117, 41 miliar.


Targetnya, IPCC bisa memperoleh pendapatan tumbuh 20% di tahun 2019 ini. Adapun pendapatan IPCC di tahun 2018 lalu sebesar Rp 521, 83 miliar. bila target tersebut berhasil diraih maka di akhir tahun 2019 nanti pendapatan IPCC akan ada di angka Rp 626, 19 miliar.

Alat berat, tambah Reza, memberikan pendapatan jauh lebih besar ketimbang jasa penampungan kendaraan CBU. Reza mengungkapkan tarif penampungan kendaraan CBU di terminal domestik sekitar Rp 420.000 dan di terminal internasional sebesar Rp 785.000.

Nah, untuk alat berat perhitungannya berbeda lagi. Contohnya untuk excavator dengan berat 10 ton, maka per ton tarifnya bisa mencapai Rp 1,2 juta. Artinya satu unit alat berat sumbangan ke pendapatan bisa sama dengan 10 atau lebih kendaraan CBU.

Sayangnya, di kuartal I dan kuartal II 2019, arus masuk dan keluar alat berat di terminal IPCC disebut Reza tidak lebih baik dibanding periode yang sama tahun lalu. Reza menduga, faktornya adalah di awal tahun sampai kuartal II 2019, banyak perusahaan yang masih menahan investasinya.

“Harga komoditas yang cenderung mengalami penurunan mengurangi aktivitas pertambangan, konstruksi juga tidak terlalu banyak di awal tahun,” ujarnya.

Diharapkan, memasuki semester II 2019, kebutuhan alat berat kembali meningkat sehingga arus keluar maupun masuk kendaraan alat berat di terminal IPCC bisa kembali naik. Toh sampai saat ini, IPCC belum merevisi target pendapatannya dan masih mengacu pada target 20% pertumbuhan pendapatan di tahun ini menjadi Rp 626 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Azis Husaini