IPCC: Kami sudah korespondensi dengan Kemenhub soal Patimban



KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) masih berharap bisa menjadi operator terminal kendaraan di Pelabuhan Patimban. Meskipun, operator di Patimban sebelumnya sudah ditetapkan dari pihak swasta.

Investor Relation PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) Reza Priyambada mengatakan, IPCC tidak tergolong sebagai BUMN, walaupun induk IPCC, PT Pelindo II, merupakan BUMN. “BUMN kan yang sahamnya dimiliki pemerintah, kalau IPCC tidak dimiliki langsung oleh pemerintah,” katanya kepada Kontan.co.id pada Minggu (18/8).

Baca Juga: Indonesia Kendaraan (IPCC) baru serap capex sekitar 5% di semester I-2019


Informasi terakhir, menurut Reza, IPCC telah melakukan korespondensi dengan Kementerian Perhubungan. Belum diketahui skema apa yang akan ditempuh IPCC untuk menjadi operator terminal kendaraan di Patimban.

Sementara ini, IPCC terbuka dari berbagai kemungkinan skema yang akan ditempuh. “Apakah melalui lelang ataupun kerja sama dengan pihak lain, IPCC siap,” jelas Reza.

Pelabuhan Patimban sendiri memang rencananya diperuntukkan untuk mendongkrak kinerja di sektor otomotif. Hal itu mengingat lokasinya di Subang, Jawa Barat, yang tidak jauh dari pusat industri manufaktur otomotif seperti di Karawang dan Cikarang.

Baca Juga: IPCC berharap belanja infrastruktur pemerintah lebih ekspansif di semester II-2019

Asal tahu saja Pelabuhan Patimban ditargetkan dapat beroperasi pada pertengahan tahun 2020. Car terminal menjadi bagian pertama yang akan dioperasikan.

Catatan kontan.co.id, pembangunan Pelabuhan Patimban dilaksanakan dalam tiga tahap. Tahap pertama, Pelabuhan Patimban direncanakan akan dapat melayani 3,5 Juta peti kemas (TEUS) dan 600.000 kendaraan bermotor (CBU) yang akan selesai akhir 2020.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Azis Husaini