IPCM Garap Peluang Hilirisasi dari Bisnis Kapal dan Terminal Khusus



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) memperkuat layanan maritim untuk mendukung proses hilirisasi komoditas strategis nasional. Langkah ini dilakukan bersama induk usaha, PT Pelindo Jasa Maritim. 

Fokus layanan diarahkan pada distribusi komoditas energi dan mineral seperti nikel, tembaga, batubara, hingga LNG. IPCM juga memperluas layanan angkutan laut, tunda-pandu, dan terminal khusus.

Saat ini, IPCM melayani kapal komoditas batubara di seluruh BUP PT Pelindo Regional 2, Meulaboh, PT Maritim Barito Perkasa yang merupakan entitas dari Grup Adaro dan TUKS PT Bukit Asam Tbk (PTBA). 


Baca Juga: Pefindo Sematkan Peringkat id AA- untuk Hutama Karya, Prospek Stabil

Untuk Liquefied Natural Gas (LPNG), IPCM melayani operasional di Tersus PT Jawa Satu Power, PT Nusantara Regas dan PT PGN LNG Indonesia. Adapun layanan nikel berada di Pelabuhan Weda dan Laiwui.

Direktur Strategi dan Komersial Pelindo Jasa Maritim Suhendra Yusuf Ratuprawiranegara mengatakan sinergi dengan IPCM diarahkan untuk memperkuat layanan maritim terintegrasi pada proyek hilirisasi nasional.

“Sinergi dengan IPCM merupakan langkah nyata untuk memastikan Pelindo Jasa Maritim berperan aktif dalam mendukung program hilirisasi pemerintah,” ujar Suhendra dalam keterangannya, Selasa (12/5/2026).

IPCM dan PT Pelindo Jasa Maritim uga membuka peluang kerja sama dengan sejumlah BUMN pemilik proyek. Mulai dari sektor batubara dengan PTBA hingga sektor minyak dengan PT Pertamina.

Direktur Utama Jasa Armada Indonesia Shanti Puruhita menambahkan, manajemen IPCM akan memperkuat jumlah armada untuk menopang kebutuhan logistik energi dan mineral.

“IPCM siap memperkuat jumlah armada guna mendukung program hilirisasi sehingga layanan angkutan, tunda-pandu, dan terminal khusus dapat semakin optimal,” jelasnya. 

Baca Juga: Penjualan Mobil Astra International (ASII) Capai 41.752 Unit pada April 2026

Menilik kinerja kuartal I-2026, IPCM membukukan laba bersih sebesar Rp 45,57 miliar atau tumbuh 3,03% secara tahunan. Dari sisi top line, IPCM berhasil meraup pendapatan sebesar Rp 347,22 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News